Ayo Bergerak, Biar Sehat dan Panjang Umur

Anda mungkin sedang membaca tulisan ini sambil bersantai di tempat duduk atau sambil tiduran di kasur.

Ayo Bergerak, Biar Sehat dan Panjang Umur
digitalvision
Ilustrasi malas 

Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, gaya hidup sedentari adalah salah satu dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. Selain itu, data yang dilaporkan oleh European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) pada tahun 2008 menunjukkan bahwa kematian akibat kebiasaan malas gerak jumlahnya dua kali lebih banyak dibandingkan kematian karena obesitas.

Jika gaya hidup sedentari diikuti dengan pola makan yang tidak seimbang dan kebiasaan tidak sehat seperti merokok atau minum alkohol, Anda pun berisiko mengalami lebih banyak masalah kesehatan.

Baca: Menakutkan! Ternyata Zombie Benar-benar Ada di Dunia Nyata, Hati-hati Kalau Ketemu Ya

Walau kadang tidak disadari, kebanyakan duduk seharian dan kurang bergerak berdampak secara langsung pada kesehatan. Berikut adalah berbagai risiko yang harus diperhatikan jika Anda termasuk orang yang malas gerak.

1. Konsentrasi menurun

Ketika seseorang bekerja sambil duduk, tulang belakang akan jadi tegang karena terlalu lama membungkuk atau melengkung. Oleh karenanya, paru-paru tidak akan mendapatkan ruang untuk mengembang cukup besar.

Jika paru-paru terimpit, seluruh tubuh akan menerima kadar oksigen yang lebih sedikit, apalagi karena sirkulasi juga akan terganggu kalau tidak cukup bergerak. Kurangnya oksigen yang diterima otak bisa menyebabkan turunnya konsentrasi. Bekerja pun jadi lebih sulit dan tidak fokus.

2. Meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung

Sebuah studi yang dilakukan oleh Aerobics Research Center di Amerika Serikat menunjukkan bahwa aktivitas fisik mampu mengurangi risiko stroke pada pria hingga sebesar 60 persen.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Nurses’ Health Study membuktikan bahwa wanita yang cukup bergerak atau beraktivitas fisik memiliki peluang terhindar dari stroke dan serangan jantung sebesar 50%.

Halaman
1234
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved