Kompor Induksi PLN Kalselteng
Kompor Induksi PLN Kalselteng - Yuk! Kenalan dengan Alat Masak Masa Depan Ini
Tapi, ke depan kemungkinan penggunaan kompor induksi akan semakin banyak, apa itu kompor induksi?
Penulis: | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Ada berbagai macam cara untuk memasak, dari yang tradisional menggunakan kayu hingga modern, seperti kompor induksi. Bagi ibu rumah tangga umumnya, aktivitas masak memasak menjadi kegiatan rutin setiap hari, tentu saja diperlukan peralatan masak seperti panci, wajan dan tentu saja kompor.
Saat ini memang masih eranya gas, maka banyak digunakan kompor dengan bahan bakar gas. Tapi, ke depan kemungkinan penggunaan kompor induksi akan semakin banyak. Perkembangan zaman memang demikian pesat, dulu memasak menggunakan tungku dengan kayu sebagai bahan bakarnya. Lalu berkembang menjadi kompor minyak tanah dan kompor gas, kini ada lagi kompor elektromagnetik atau disebut kompor induksi.
Bahkan, di kota-kota besar seiring waktu kompor induksi menjadi semakin populer dan menjadi pilihan untuk memasak. Apa pun jenis masakannya, hasil yang fantastis bisa diperoleh menggunakan kompor ini.
Sebenarnya apa itu kompor induksi? Kompor induksi merupakan jenis kompor yang memanfaatkan reaksi magnet untuk menghasilkan panas. Panas yang dihasilkan kompor ini melalui reaksi elektromagnetik antara alat masak dan area pada kompor.
Kompor induksi merupakan kompor yang menggunakan energi listrik sebagai energi panas. Makanya, tak heran kompor induksi erat kaitannya dengan listrik yang dikelola Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan untuk wilayah Kalsel dan Kalteng di bawah kelola PLN Kalselteng.
Jadi, kompor induksi ini tidak menghasilkan panas tetapi menginduksi peralatan masak yang digunakan. Biasanya kompor akan menghasilkan panas dan baru mentransfernya ke peralatan masak. Namun, tidak untuk kompor induksi.
Kompor induksi akan memanaskan peralatan masak yang digunakan. Jadi, yang akan menjadi panas ialah alat masaknya, bukan kompornya. Prinsip kerja yang demikian, membuat pemanasan dengan kompor induksi berlangsung lebih cepat.
Keunikan lainnya, saat panci atau alat masak tidak diletakkan di atas kompor induksi, maka kompor ini tidak akan menghasilkan panas. Jadi, kejadian kebakaran karena lupa mematikan api tidak akan terjadi ketika Anda menggunakan kompor ini. Selain itu, kondisi dapur pun tidak akan terasa panas saat Anda menggunakan kompor ini.
Tampilan kompor ini juga sangat elegan karena berbentuk datar dengan lapisan kaca dan beberapa zona memasak. Kebanyakan model kompor induksi juga memiliki fitur kontrol sentuh atau touch control. Kontrol sentuh memungkinkan Anda mengubah suhu hanya dengan menyentuh permukaan kaca dengan jari.
Kontrol sentuh juga akan tampak menyatu dengan desain kompor sekaligus lebih mudah dibersihkan.
Sebagai kompor cangggih, kompor induksi juga memiliki beberapa fitur yang memudahkan seperti Automatic Pan Size Recognition. Fitur ini memungkinkan kompor induksi mampu mendeteksi ukuran dan bentuk peralatan masak yang digunakan dan menyesuaikan besar daya yang diperlukan. Ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa kompor induksi sangat hemat energi.
Selain itu ada fitur Child Lock pada model tertentu. Fitur ini untuk mencegah anak-anak bermain-main dengan kontrol. Tersedia pula timer yang memungkinkan Anda memprogram kompor agar mati atau menurunkan suhu pada waktu tertentu, sehingga Anda bisa fokus melakukan hal lainnya.
Di pasaran ada sejumlah kompor induksi populer, seperti Philips HD 4932, cosmos CIC 996, Midea IC 1613, Kenwood IH470 dan Mastoso Induction Cooker MT-57. Harganya berkisar Rp 750 ribu hingga hampir Rp 4 juta.
Kompor induksi memang belum begitu familiar di kalangan pedagang elektronik di Banjarbaru dan sekitarnya. Namun, ada beberapa toko elektronik yang memiliki stok jenis kompor yang diprediksi akan menjadi pengganti kompor konvensional yang saat ini digunakan masyarakat.
Karyawan Toko Ceria Elektronik Rusian Banjarbaru mengatakan, tokonya ada menyediakan kompor induksi. “Ada jual kompor listrik harganya tergantung merk. Cuma memang saat ini masih jarang peminatnya karena Watt sampai 300 dan 600 Watt,” katanya, Rabu (22/11). (*/aol)
Informasi lengkap mengenai kompor induksi ada di tautan berikut: Link 1
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kompor-induksi_20171122_172006.jpg)