Bakal Keren! Pentas Perjuangan Dayak Jangkang Melawan Jepang Oleh Teater Banjarmasin

Dulu kala saat Jepang menjajah Indonesia, dikawasan yang banyak dihuni Suku Jangkang di tanah Kalimantan Barat ingin di bangun benteng

Bakal Keren! Pentas Perjuangan Dayak Jangkang Melawan Jepang Oleh Teater Banjarmasin
istimewa via BANJARMASINPOST.co.id/khairil rahim
Pementasan Sanggar Tarik Demokrak. Foto dirilis Kamis (23/11/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dulu kala saat Jepang menjajah Indonesia, dikawasan yang banyak dihuni Suku Jangkang di tanah Kalimantan Barat ingin di bangun benteng pertahanan oleh penjajah dari negeri matahari terbit tersebut.

Jepang dan para pengusaha ingin membangun perusahaan seperti Hotel jalan raya, mengatur perjanjian kepada suku jangkang agar tidak merusak hutan mereka.

Tetapi pengusaha tersebut malah mengingkarinya merusak hutan-hutan kediaman mereka demi kepentingan sendiri, tanpa memperdulikan suku jangkang.

Alhasil suku jangkang enggan berdiam diri dan melakukan perlawanan sehingga terjadilah pertumpahan darah.

Ingin tahu kelanjutan kisah ini datang saja Jumat (24/11) malam di Balairung Dari taman Budaya Banjarmasin.

Di acara tersebut Sanggar Tarik Demokrat ULM Banjarmasin menggelar Pentas Berisik IV dengan judul Tanah Jangkang.

Humas Acara Berisik IV, Reni Hidayati, menjelaskan konsep acara yang akan mereka suguhkan dalam kegiatan merayakan kilas di sanggar mereka adalah physical teater tubuh ini.

Caranya dengan mengkombinasikan empat divisi teater, musik, tari dan paduan suara di dalam satu pementasan. Tari menampilkan tari dayak.

Sementara musik menampilkan perkusi dari bambu dan paduan suara menampilkan musikalisasi di kombinasi jadi satu cerita yaitu Tanah Jangkang.

"Makanya acara dijamin seru rugi kalau yang suka seni tidak datang," ujar mahasiswi jurusan Ilmu Aministrasi Bisnis semester VII FISIP ULM ini.

Pentas seni ini, lanjut Reni, merupakan hasil gawi Sanggar Demokrat Fisip ULM yang pementasannya melibatkan 46 pemain.

"Pementasan ini pemainnya tidak melibatkan orang lain/dari sanggar lain, khusus sanggar Demokrat saja," lanjut dia.

Harapan dari pementasan ini semoga ini bisa menghibur para penonton, pesan moralnya bisa tersampaikan sekaligus bisa menambah pengetahuan tentan dayak jangakang dan budaya dayak jangkang.

Nah bagi yang ingin menyaksikan Pentas Seni Berisik Ini bisa langsung datang ke Balairung Sari Jumat malam ini.

"Kalau untuk penonton dikenakan tiket, biayanya untuk HTM Ro 15 ribu dan OTS Rp 20 ribu," pungkas Reni. (BANJARMASINPOST.co.id/khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved