Gadget
Duh Ada Kabar Siswa SMA Dieksploitasi untuk Merakit iPhone X, Benarkah?
Namun, tahukah kamu bahwa iPhone itu dirakit di China, bukan di negeri aslanya Amerika Serikat?
BANJARMASINPOST.CO.ID - Apple iPhone sudah jadi brand elite di kalangan pengguna gadget di seluruh dunia.
Selain harganya yang mahal, iPhone juga ounya banyak fitur yang menarik sehingga disukai banyak orang.
Namun, tahukah kamu bahwa iPhone itu dirakit di China, bukan di negeri aslanya Amerika Serikat?
Baru-baru ini, Apple telah mengumumkan produk anyarnya iPhone X.
Kemunculannya menjadi euforia di sejumlah negara.
Baca: Edan! Cowok Ini Lamar Ceweknya dengan 25 iPhone X, Selanjutnya Ini yang Terjadi
Baca: Waduh! iPhone X Tiba-tiba “Lemot” Saat Kedinginan, Konsumen Banyak Mengeluh
Baca: Waduh, Apple Mengklaim iPhone X Memiliki Kaca Terkuat, tapi Video Ini Membuktikan Sebaliknya
Baca: Harga iPhone X di Indonesia Rp 20 Juta Lebih, Netizen : Bisa Langsung Naik Haji
Baca: Ini Istimewanya iPhone X, Hingga Turis Asal Vietnam Rela Tidur 5 Hari di Apple Store Singapura
Selain canggih, iPhone X juga dinilai prestisius bagi penggunanya.
Siapa sangka di balik kemewahan yang disajikan, iPhone X menoreh nestapa pada pekerjanya yang notabene adalah pelajar SMA.
Sejumlah pelajar SMA di China yang tengah melakukan kegiatan magang, diduga dieksploitasi oleh Foxconn, pabrikan sekaligus pemasok produk Apple di Asia.
Mereka dilaporkan dipaksa bekerja melebihi batas waktu di pabrik perakitan iPhone X.
Dari pengakuan seorang siswa, mereka diminta bekerja selama 11 jam per hari.
Padahal, undang-undang di China menyebutkan murid magang hanya diperbolehkan bekerja selama 40 jam per minggunya.
Ironisnya, pekerjaan ini jadi kewajiban yang dipenuhi oleh siswa SMA selama tiga bulan, sebagai syarat kelulusan sekolah.
"Kami dipaksakan oleh sekolah kami untuk bekerja di sini," kata Yang, seorang siswa magang yang enggan disebut nama depannya.
Ia mengaku terlibat dalam pembuatan iPhone X seperti diberitakan Banjarmasinpost.co.id mengutip dari kompas.com yang merilis The Guardian, Kamis (23/11/2017).
Dalam kurun tiga bulan, wanita berusia 18 tahun itu mengatakan bahwa dia ditargetkan memasang 1.200 modul kamera di bodi iPhone per harinya.
"Padahal, pekerjaan tersebut tidak ada hubungannya dengan pelajaran kami," tambah Yang
Menanggapi hal tersebut, Apple dan Foxconn angkat bicara. Mereka mengonfirmasi adanya sejumlah siswa magang SMA yang turut kerja lembur dalam line produksi iPhone X. Namun, Apple menyebutkan pekerjaan itu dilakukan secara sukarela.
"Kami telah mengonfirmasi bahwa para siswa tersebut bekerja secara sukarela, mendapat kompensasi dan memberikan keuntungan, namun seharusnya mereka tidak diizinkan bekerja lembur," ujar Apple dalam sebuah pernyataan, yang dikutip KompasTekno dari laman 9to5 Mac.
Foxconn juga mengakui ada kesalahan pada sistem pemberlakuan jam lembur pada siswa magang di tempatnya. Namun sama seperti Apple, Foxconn enggan menyebut tindakan ini sebagai sebuah pemaksaan, karena siswa tersebut telah mendapatkan upah yang layak.
"Semua pekerjaan bersifat sukarela dan dikompensasikan dengan tepat. Tapi, siswa magang yang melakukan kerja lembur melanggar kebijakan. Kami melarang siswa magang bekerja lebih dari 40 jam seminggu," ujar Foxconn dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Financial Times.
Hingga saat ini, belum diketahui apakah Apple dan Foxconn akan menerima sanksi atas pelanggaran yang berlangsung. Apakah ke depannya Apple dan Foxconn akan melakukan evaluasi, atau malah melenggang bebas setelah menyatakan maaf?
Bukan kali ini saja
Pelanggaran ketenagakerjaan bukan kali ini saja dilakukan oleh Foxconn. Lima tahun lalu, tiga pabrik Foxconn di China ditemukan melanggar sejumlah peraturan kesehatan dan keselamatan kerja.
Baca: Rumah Pedangdut Cantik Ini Diserbu Staf Kelurahan Mantuil Banjarmasin Selatan, Ternyata
Baca: Klasemen Liga Champions 2017 Game Kelima, Juventus Vs Barcelona Berbagi Poin
Baca: Komentar Ashanty Soal Nasib Anak Faisal Haris Usai Labrak Jennifer Dunn
Baca: Buruan, Kredit Toyota Cuma Rp 1 Juta per Bulan, Ini Paket yang Ditawarkan, Kecuali Model Ini
Baca: Klasemen Liga Champions 2017, Ini Hasil Lengkap Game Kelima Fase Grup dari A Sampai D
Pelanggaran yang dilakukan Foxconn meliputi penetapan jam kerja berlebih pada karyawan selama sebelas hari berturut turut, hingga ketergantungan pada siswa magang seperti yang terjadi saat ini.
Dalam laporan tahun 2012, tercatat sebanyak 178.000 pekerja Foxconn yang berada di pabrik kota Guanlan berstatus sebagai pelajar. Mereka rata rata berusia 16 hingga 17 tahun. Tiap tahunnya, lonjakan pekerja yang berstatus siswa magang ini terjadi pada musim panas.
Sedangkan menurut pengakuan seorang karyawan yang lama bekerja untuk Foxconn di pabrik Zhengzhou, pabrikan sekaligus pemasok produk Apple di Asia itu memang sering mempekerjakan siswa saat musim sibuk. Yakni sekitar bulan Agustus hingga Desember.
Dari sumber yang enggan disebut namanya itu, angka perekrutan dapat mencapai 100.000 hingga 300.000 pekerja. Mereka yang rata rata berstatus siswa magang itu diwajibkan memproduksi 20.000 perangkat iPhone per harinya. (*)
Baca berita ini di kompas.com dengan judul: iPhone X Dirakit di China dengan Mengeksploitasi Siswa SMA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/iphone-x_20171123_122744.jpg)