Erupsi Gunung Agung

Gunung Agung Erupsi Lagi, Warga Kaget dan Cepat-cepat Mengungsi

Sebagian masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dan II terpaksa kembali mengungsi karena khawatir

youtube
Gunung Agung kembali erupsi, Sabtu (25/11/2017). Ketinggian asap sekitar 1.500 meter. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMLAPURA - Gunung Agung kembali erupsi. Warga di sekitar lereng Gunung Agung dibuat khawatir.

Sebagian masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dan II terpaksa kembali mengungsi karena khawatir dan takut dengan aktivitas Gunung Agung.

Sabtu (25/11/2017) kemarin, Bandesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta menjelaskan, letusan gunung sore tadi sempat kagetkan warga di sekitar Besakih.

Malam tadi sebagian masyarakat kembali mengungsi ke daerah lebih rendah, seperti Desa Rendang, Pesaban, Sidemen, dan Klungkung.

"Walaupun ada letusan, tapi warga tak panik. Warga yang khawatir dan takut tetap mengungsi, yang masih nyaman tetap tinggal di rumah. Tadi memang ada berapa warga yang mengungsi," kata dia.

Untuk hujan abu, akuinya, belum sampai ke Besakih. Bau belerang juga tak tercium. Aktivitas warga masih tetap berjalan, tidak ada gangguan. Warga tetap dihimbau agar waspada, dan berhati - hati menyusul kondisi Gunung yang prihatiinkan.

"Jangan sampai ada korban lah,"harapnya.

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, warga yang berada di KRB III lantaran khawatir. Seperti di Desa Adat Sogra, Kecamatan Selat, Desa Amerta Bhuana Kecamatan Selat, Pempatan Kecamatan Rendang, serta Yeh Kori Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem. Warganya mengungsi.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Berapi, Devy Kamil Syahbana meminta warga di radius 6 kilo ditambah perluasan sektoral 7.5 kilo ke arah utara, timur laut, tenggara, dan selatan barat daya, tak melakukan aktivitas apapun.

Warga harus tenang dan ikuti rekomendasi dari PVMBG.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved