YABN

Bantuan Bibit dari YABN Bikin Petani Kertak Panjang Tak Bersedih Lagi

Pada 2017 ini, Abidin dan YABN kembali mencoba mengembalikan semangat bertani masyarakat desa Kertak Panjang

Bantuan Bibit dari YABN Bikin Petani Kertak Panjang Tak Bersedih Lagi
YABN
Tanaan cabai tumbuh subur di lahan 1 hektare milik petani di Desa Kertak Panjang, Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pria itu duduk termenung di sudut gubuk yang hampir ambruk. Usianya kira-kira enam puluhan tahun.

Pandangannya seakan kosong, matanya sedikit sembab dan di tangannya terdapat goresan-goresan bekas ranting pohon.

Dia dan keluarganya tidak pernah menyangka, lahan karet yang telah ia besarkan habis terbakar dan hampir tidak ada lagi yang tersisa.

Tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di desa tersebut, namun lahan karetnya terlanjur menjadi hamparan arang hitam.

Pada 2015, kebun karet Abidin yang berada di desa Kertak Panjang telah lenyap.

Pria yang dikaruniai delapan anak ini masih ingat betul, bagaimana ia pertama kali menanam bibit karet yang dimilikinya.

"Pada 2012, kala itu menjadi tahun manis bagi saya dan sejumlah petani lain di sini. Lahan karet baru akhirnya dibuka dan beruntung kami memperoleh bantuan bibit dari Yayasan Adaro Bangun Negeri," katanya.

Ada sedikitnya seluas 102 hektare lahan baru yang ditanami bibit karet unggul pada 2012 tersebut. 

Namun, nahas tiga tahun setelah masa penanaman, sebagian besar lahan yang telah dirawat harus sirna akibat kebakaran hutan.

“Kala itu tanaman sudah kurang lebih setinggi dua meter, seluruh warga berusaha mematikan nyala api, namun rambatan api lebih cepat dari pada usaha kami untuk memadamkannya," kenangnya.

Halaman
123
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved