Antasari Cup 2017

Atlet Taekwondo HST Rajai Nomor Poomsae, Berikut Daftar Raihan Medali

Kontingen Taekwondo Indonesia (TI) Hulu Sungai Tengah (HST), meraih hasil cemerlang, di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda)

Penulis: Mariana | Editor: Ernawati
Istimewa/Julian Saputra via BANJARMASINPOST.co.id/mariana
Taekwondoin HST, M Raihan/Jela Habbatul Halwa (tengah meraih medali emas, nomor poomsae berpasangan Kejurda Taekwondo Terbuka Antasari Cup 6th 2017 Regional Kalimantan, yang dihelat di Auditorium Mastur Jahri, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kontingen Taekwondo Indonesia (TI) Hulu Sungai Tengah (HST), meraih hasil cemerlang, di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Taekwondo Terbuka Antasari Cup 6th 2017 Regional Kalimantan, yang dihelat di Auditorium Mastur Jahri, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Banjarmasin.

Pada Kejurda yang dihelat 27-30 November kemarin, taekwondoin HST berhasil merajai dua medali emas dari nomor poomsae, yakni pomsae individual putra dan poomsae berpasangan.

"Medali emas poomsae berpasangan disabet M Raihan/Jela Habbatul Halwa, dan nomor poomsae individual putra diraih Rizali Adnan Kashogi," terang pelatih TI HST, Julian Saputra kepada BPost Online, Jumat (1/12/2017).

Selain mendapat medali emas, TI HST juga menyabet medali satu medali perak melalui Jela Habbatul Halwa yang bertanding di nomor poomsae individual putri.

Lalu dua medali perak juga berhasil diraih taekwondoin HST. Yakni M Raihan yang bertanding di nomor poomsae indovidual putra, dan Jumnatul Husna di nomot kyorugi under 44 kilogram junior putri.

Mengenai hasil tersebut, diakui Julian sapaan akrabnya, hasil tersebut belum memenuhi target medali yang ingin dicapai.

"Padahal target kami kemaren tiga emas, sayang sekali Jumnatul Husna tidak dapat meraih medali emas karena masalah non teknis," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui Jumnatul Husna baru saja mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo di Jakarta.

Husna dijadwalkan tiba di Banjarmasin pada 27 Nopember 2017, bertepatan timbang badan yang diadakan panitia Kejurda UIN Antasari.

"Timbang badan djadwalkan pukul 16.00-17.00 Wita, sudah minta toleransi ke panitia supaya bisa timbang badan jam 20.00 Wita, ternyata pesawat delay sekitar empat jam, Husna tina di banjarmasin sekitar pukul 00.00 malam, panitia pun sudah pulang," bebernya.

Karena hal itu, Husna tidak dapat bertanding meskipun sudah terdaftar di Kejurda tersebut.
Husna hanya mendapat medali perunggu sebagai tanda penghormatan kepada peserta yang berpartisipasi.

Usai Kejurda UIN Antasari, Julian mengatakan, pihaknya akan fokus membenahi teknik permainan, dan akan bertanding kembali di Kejuaraan Maverick, pada Februari 2018 nanti. (BANJARMASINPOST.co.id/mariana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved