Piala Dunia 2018
Catat! Jadwal Pengundian Grup Piala Dunia 2018 Malam Ini, Terasa Hambar Gara-gara Ini?
Undian grup Piala Dunia 2018 akan dilakukan di Istana Kremlin, Moskva, Rusia, Jumat (1/12/2017) malam WIB.
Penulis: Rahmadhani | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Ketatnya Piala Dunia 2018 akan dimulai Jumat (01/12/2017) saat FIFA melakukan proses pengundian grup.
Undian grup Piala Dunia 2018 akan dilakukan di Istana Kremlin, Moskva, Rusia, Jumat (1/12/2017) malam WIB.
Ada 8 grup yang disiapkan untuk diisi oleh 32 tim peserta putaran final Piala Dunia 2018.
Prosesi pengundian ini akan dilakukan di State Kremlin Palace, Moscow. Rencananya, legenda Inggris sekaligus peraih Golden Boot Piala Dunia 1986, Gary Lineker akan memandu acara penting ini. Dia akan ditemani oleh jurnalis olahraga Rusia, Maria Komandnaya.
Baca: Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Momentum Inter di Big Match Napoli vs Juventus
Baca: Spasojevic Tak Sabar Perkuat Timnas Indonesia di Tsunami Cup 2017
Baca: Jadwal Siaran Langsung Tsunami Cup : PSSI Umumkan Jadwal Baru Pertandingan
Baca: La Gode yang Dituduh Curi Singkong Tewas di Markas, Begini Kata Danrem Ternate
Selain itu, ada 8 legenda hidup sepakbola dunia yang akan membantu prosesi pengundian ini. Mereka adalah Laurent Blanc (Prancis), Gordon Banks (Inggris), Cafu (Brasil), Fabio Cannavaro (Italia), Diego Forlan (Uruguay), Diego Maradona (Argentina), Carles Puyol (Spanyol), dan Nikita Simonyan (Rusia).
Pengundian yang mungkin saja terasa hambar buat Fabio Cannavaro, karena Timnas Italia gagal masuk Piala Dunia 2018.
Mantan pemain bertahan Gli Azzurri itu memang bakal mengikuti acara undian sebagai duta salah satu negara yang pernah menjuarai Piala Dunia, tapi Piala Dunia 2018 tanpa Italia.
Timnas mereka memang termasuk korban ganasnya fase Kualifikasi Piala Dunia 2018.
Dilansir dari Bolasport, Timnas Italia rontok pada babak play-off oleh Swedia, sedangkan Belanda lebih dulu angkat koper di tahap kualifikasi.
Selain Italia dan Belanda, sederet tim nasional top yang bakal absen di Kremlin nanti di antaranya ialah Cile, Kamerun, Ghana, Pantai Gading, serta Rep. Ceska.
Saking mentereng barisan negara yang gagal tersebut, muncullah ide pelaksanaan Piala Dunia tandingan demi mengakomodasi hasrat mereka setelah urung lolos ke Rusia 2018.
Maklum, timnas kuat sekelas Italia bisa dibilang selalu termasuk calon kuat juara Piala Dunia.
Pasukan Gli Azzurri (Si Biru) bahkan bisa dibilang mencakup seperlima kekuatan sepak bola dunia, kalau menghitung jumlah trofi Piala Dunia yang mereka raih.
Dari 20 trofi yang sudah terdistribusi, sebanyak 4 di antaranya menjadi milik Italia (1934, 1938, 1982, 2006).
Artinya, mereka meraih 20 persen dari total gelar yang sudah dilahirkan pada ajang akbar ini.
Belum lagi menghitung Belanda, yang mencapai final 1974, 1978, dan 2010 sebagai prestasi terbaik mereka.
Absennya Cile sang juara bertahan Copa America, Kamerun si kampiun termutakhir Piala Afrika, Rep. Ceska finalis 1934 dan 1962, serta kuda hitam Ghana dan Pantai Gading, mungkin semakin dianggap kehilangan besar bagi kubu netral.
Namun, Rusia bakal menepati janji menggelar turnamen yang mewah dan megah. (banjarmasinpost.co.id/rahmadhani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tropi-piala-dunia-2018_20171201_111708.jpg)