Berita Hulu Sungai Tengah

Duh, Tiga Titik Jalan Berlubang Ini Pernah Telan Korban Jiwa

Kondisi jalan yang mulus, member kenyamanan bagi pengendara, sekaligus kadang membuat pengendara terlena dengan memacu kecepatan tinggi.

Penulis: Hanani | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.co.id/hanani
Salah satu titik jalan yang rusak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Foto diambil Minggu (3/12/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kondisi jalan yang mulus, member kenyamanan bagi pengendara, sekaligus kadang membuat pengendara terlena dengan memacu kecepatan tinggi.

Namun, konsisi jalan berlubang, tak kalah berbahayanya.

Apalagi jika lubang tersebut di tengah jalan, dan pengendara melintas di malam hari dengan kondisi penerangan yang minim.

Bahkan sering gelap, jika terjadi pemadaman penerangan jalan umum (PJU).

Kondisi jalan berlubang-lubang dan gelap di malam hari ini, terdapat di tiga titik,yaitu perbatasan Desa Binjai Pirua dan Sungai Buluh.

Kecamatan Labuanamas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Kondisi jalan dengan lubang cukup dalam tersebut, membuat kawasan tersebut rawan kecelakaan lalu lintas.

Bahkan, warga setempat menyebutkan, sudah sering terjadi kecelakaan, yang berakibat fatal.

“Korban luka parah terjadi sekitar dua pekan lalu, dimana korban tertabrak lubang di salah satu titik, membuatnya terpental ke aspal, hingga mengalami luka parah di kepala. Setelah dirawat beberapa hari, korban akhirnya meninggal dunia,” tutur Isur warga Sungai Buluh.

Terakhir, jelas Isur, kecelakaan terjadi Sabtu kemarin, dekat jembatan ketiga, membuat dua korbannya luka parah, juga di bagian kepala.

“Untuk lubang yag diperbatasan Binjai Pirua-Sungai Buluh, korbannya luka parah di kepala juga, dan kasusnya sama. Kecelakaan tunggal menabrak lubang yang cukup mengganggu pengendara tersebut,” ungkap Isur, Minggu (3/11/2017).

Dian mengimbau para pengendara, khususnya sepeda motor yang hendak ke Amuntai, agar berhati-hari jika melintas di kawasan tersebut.

Jalan di Binjai Pirua hingga Sungai Buluh merupakan jalan nasional, yang menghubungkan HST ke HST dan beberapa kabupaten di Kalteng.

Jalan tersebut, berbatasan dengan wilayah Hulu Sungai Utara dan berstatus jala nasional.
Menurut Isur, kondisi jalan yang berlubang-lubang tersebut sudah terjadi sekitar dua bulan, sejak dilakukan perbaikan dan pengaspalan sekitar dua tahun yang lalu.

“Setelah diaspal dan ditambal, timbul lagi lubangnya,” ungkap Isur.

Sabri warga lainnya berharap agar pemerintah yang berwenang dan berkewajiban memperbaiki jalan tersebut, agar secepatnya melakukan perbaikan, minimal penambahan.

“Jangan sampai makin banyak korban jiwa. Kalau warga yang memperbaiki, untuk makan sehari-hari saja, kami susah. Apalagi menghadapi kenaikan harga sembako dan kebutuhan lainnya,” ujarnya. (BANJARMASINPOST.co.id/hanani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved