Berita Kotabaru

Iptu Ratno Pun Sasar Pengunjung Siringlaut, Apa Tujuannya

Angka kecelakaan lalu lintas yang belakangan ini diketahui cukup tinggi terjadi di Kotabaru terus menjadi perhatian jajaran Satuan Lalu Lintas

Penulis: Herliansyah | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Kanit Dikyasa Satlantas Polres Kotabaru Iptu Ratno saat memberikan sosialisasi tentang rambu lalu lintas kepada anak usia dini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Angka kecelakaan lalu lintas yang belakangan ini diketahui cukup tinggi terjadi di Kotabaru terus menjadi perhatian jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotabaru.

Berbagai cara pun terus dilakukan upaya menekan angka kecelakaan, terlebih merenggut korban jiwa yang dilatar belakangi beberapa faktor baik hiuman error atau dipicu karena pelanggaran lalu lintas.

Melalui sosialisasi atau kampanye keselamatan, selain dilakukan di titik-titik rawan kecelakaan, perempatan rambu lalu lintas hingga di depan sekolah.

Namun sosialisasi juga kerap dilakukan di ruang tempat berkumpul publik. Seperti dilakukan di lapangan Siringlaut, Minggu (3/12/2017).

Baca: Malangnya Ahmad Taufik, Saat Duduk depan Kios Malah di Seruduk Mobil Hingga Kakinya Patah

Dengan sasaran para orang tua, muda-mudi hingga anak-anak pelajar sekolah dasar yang sedang berkumpul di lapangan Siringlaut.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Kotabaru Iptu Ratno mengungkapkan, giat preemtif dengan tajuk Safety For Humanity, upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kotabaru.

Menurut Ratno, sosialisasi berlangsung lebih kurang satu jam. Kampanye keselamatan selain tentang imbauan tertib berlalu lintas, tapi juga rambu lalu lintas salah indikator keselamatan dalam berkendara.

"Dalam. Kegiatan ini melibatkan beberapa anggota anggota satlantas dan didukung sarana pendukung saat melakukan sosialisasi," kata Ratno.

Baca: Ini Pengakuan Sopir Truk yang Menabrak Median Jalan di Satui

Karena itu, Ratno berharap giat kampanye keselamatan bukan hanya memberikan edukasi. Namun soyagyanya dapat diimplementasikan bagi pengendara. Tidak kecuali untuk bekal pengetahuan anak di usia dini.

Hal itu hampir semua masyarakat yang diberikan arahan tentang rambu-rambu dan cara tertib berlalu lintas bisa mereka pahami.

Rina, misalnya. Salah satu pelajar di sekolah dasar ini mengaku, mulai memahami rambu-rambu lalu lintas.

"Sedikit paham kalau rambu lalu. Seperti fungsi lampu merah, kuning dan hijau," singkat bocah kelas II ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved