Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Pengedar Zenith Ngaku Terima Pesanan Obat untuk Penghuni Rutan Barabai Bergelar Macan

Penyalahgunaan obat daftar G di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, masih memprihatinkan.

Pengedar Zenith  Ngaku Terima Pesanan Obat untuk Penghuni Rutan Barabai Bergelar Macan
istimewa via BANJARMASINPOST.co.id/hanani
Barang bukti yang disita kepolisian. (istimewa/Polres HST) 

Setelah dilakukan pengintaian, anggota Satres Narkoba menemukan Cecep sedang di pinggir jalan, depan Rumah Tahanan Barabai. Setelah didatangi, dan diperiksa, dengan cara menggeledah badannya, polisi berhasil menemukan barang bukti.

“Ada 1.000 butir dexro disipan di kantong celana sebelah kiri serta telepon genggam, untuk transaksi dengan pembeli,”jelas Husaini.

Bersadarkan pengakuan tersangka, obat tersebut pesanan Macan, dengan uang pembelian yang dimasukkan dalam kotak rokok dengan upah Rp 50 ribu.

Uang tersebut dititipkan melalui warga binaan lainnya di Rutan Barabai, bernama Sahrani hingga uangnya diterima oleh Abdul Syukur.

Mendapat informasi tersebut polisi pun menangkap Abdul Syukur (34), warga Desa Walatung Rt.003 / 002 Kecamatan Pandawan, HST.

Dia tertangkap di lokasi dan jam yang sama.

Dari pria itu, polisi menemukan lebih banyak obat yaitu 4.000 butir Dextro, 100 butir Carnophen, uang tunai Rp 700.000, satu telepon gengam, dua kantong kresek warna hitam serta sepeda motor honda beat warna biru putih DA 6093 MV. Kedua tersangka dan barang bukti, kemudian dibawa ke Mapolres HST.

Kedua tersangka dijerat pasal dan undang undang yang sama. Mengenai keterlibatan warga binaan di Rutan Barabai, Husaini menyatakan, untuk perkembangan hasil penyelidikan, bisa menghubungi Kasatres Narkoba.

Kasatres Narkoba Poles HST, AKP Maturidi, yang dihubungi BPost Online, menyatakan belum bisa memberikan keterangan.

“Nanti saja, saya belum periksa untuk yang di rumah tahanan,” katanya singkat.

Sementara, terkait keterlibatan warga binaan baik yang memfasilitasi maupun memesa obat tersebut, Kepala Rumah Tahanan Barabai, Heri Aris Susila, yang dihubungi BPost, telepon genggamnya tak aktif. (BANJARMASINPOST.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved