Berita Internasional

Pria Yang Mengaku Punya Indra Keenam Ini Ramalkan Tsunami Dahsyat Bakal Hantam Asia Akhir 2017

Gempa itu disebut-sebut akan memicu tsunami besar dan juga memengaruhi tujuh negara di Asia, termasuk Pakistan, India dan Indonesia.

Pria Yang Mengaku Punya Indra Keenam Ini Ramalkan Tsunami Dahsyat Bakal Hantam Asia Akhir 2017
bbc.co.uk
ilustrasi 

"Prediksi ini memang tidak memiliki pembenaran ilmiah, walaupun demikian, kami sedang mempersiapkan diri untuk menyelamatkan diri dari dampaknya. ERRA juga memulai pekerjaannya dengan menulis surat peringatan," terang Kepala Departemen ERRA Dr Ghulam Rasool kepada BBC.

Dia menambahkan, tidak mungkin untuk memprediksi gempa bumi, namun tidak berarti hal itu tidak akan mungkin terjadi di masa depan.

Baca: Tahu Persis Keseharian Kevin, Temannya Kaget Kok Bisa Juara Miss Internasional 2017

Dia berkata: "Oleh karena itu, kita tidak boleh mengabaikan informasi tersebut dan harus mempersiapkannya karena ada ancaman gempa bawah laut di daerah ini dan juga ada sejarah getaran di masa lalu."

Lepas dari benar atau tidaknya ramalan itu, persiapan yang dilakukan pejabat pemerintah bisa dimaklumi jika tetap dilakukan. Mereka tentu tak mau disalahkan jika ramalan itu benar-benar terjadi..

Namun, prediksi tersebut kini dibantah oleh BMKG.

dilansir dari Kompas.com, Melalui keterangan pers yang dikirim oleh Deputi Bidang Geofisika BMKG, Daryono, kepada Kompas.com, Rabu (8/11/2017), dia menegaskan bahwa ramalan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Hal itu karena cakupan dampak bencana yang disebutkan sangat luas dan sulit diterima dalam konsep ilmu kegempaan (seismologi)," tegasnya.

Dia mengatakan, Indonesia merupakan wilayah aktif yang sering mengalam gempa bumi. Aktivitas (gempa bumi) ini dapat terjadi kapan saja dalam berbagai kekuatan.

Terkait dengan hal tersebut, BMKG sendiri tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi jauh-jauh hari.

Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved