Berita Kalteng

Memilukan! Bocah 12 Tahun Ini Sudah 2 Tahun Tinggal Dikandang Sendirian Dalam Rumahnya

Di bagian tengah rumahnya yang disekat, menyisakan ruang sekitar 2x3 meter sebagai tempat bagi bocah ini menjalani kehidupan.

Memilukan! Bocah 12 Tahun Ini Sudah 2 Tahun Tinggal Dikandang Sendirian Dalam Rumahnya
Istimewa
Ervan di balik pagar yang membatasi aktivitasnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA -  Nasib memilukan di alami bocah ini. Tinggal sendiri tanpa teman bermain, merupakan aktivitas keseharian Ervan.

Dari sebuah rumah Jalan Pinguin Raya VI Kelurahan Bukittunggal, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, bocah berusia 12 tahun ini hanya bisa menatap kehidupan di luar rumah melalui bilik jendela tempat tinggalnya.

Ya, sejak dua tahun terakhir Ervan memang tinggal di balik pagar yang dibuatkan oleh sang ayah, Nur Rahman. 

Baca: Jadwal SIARAN LANGSUNG Liga Inggris: Super Derby! MU Vs Man City, Liverpool Vs Everton

Baca: Delapan Orang Ini Dilarang ke Luar Negeri, KPK: Untuk Kepentingan Penyidikan

Di bagian tengah rumahnya yang disekat, menyisakan ruang sekitar 2x3 meter sebagai tempat bagi bocah ini menjalani kehidupan.

"Kami sidah melakukan pengecekan ke lokasi. Ternyata, Ervan mengalami keterbelakangan mental, sehingga ayahnya terpaksa membuatkan kandang untuk membatasi kegiatannya," ujar Lurah Bukit Tunggal Heri Fauzi kepada Tribunkalteng.com, Jumat (8/12/2017).

Baca: LIVE STREAMING Persibo vs PSKC Cimahi : Kick Off 13.15 WIB, Penentu Siapa ke 16 Besar Liga 3

Baca: Allah SWT Melarang Membunuh 4 Binatang Ini, Begini Alasannya Menurut Para Ulama

Baca: Luar Biasa, Setya Novanto Dipercaya Jaksa KPK Terima Rp 94,8 Miliar dari Andi Narogong

Menurut pengakuan sang ayah, Ervan terpaksa dikurung karena seringkali mengamuk dan membanting benda apapun yang ada di dekatnya.

Sebagai orangtua tunggal setelah sang istri telah meninggal dunia sejak beberapa tahun lalu, Nur Rahman pun tidak bisa berbuat banyak.

Sementara hidup dengan pekerjaan serabutan, praktis membuat kehidupan ekonomi keluarganya juga tak menentu.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Palangkaraya untuk penanganan Ervan. Dalam hal ini, proses pembuatan BPJS juga sudah kami lakukan, sehingga Ervan bisa ditangani secara medis, termasuk oleh dokter RSJ Kalawa Atei," ujar Heri Fauzi. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved