Berita Kotabaru

Soal Bidan Tak Digaji, Prof Hadin: Tak Mungkin Tak Tahu!

"Nah, dalam peralihan pegawai dari pemerintah pusat ke daerah, pasti ada tenggang wakunya"

Soal Bidan Tak Digaji, Prof Hadin: Tak Mungkin Tak Tahu!
Istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID - SETIAP orang yang melaksanakan kewajiban, ada hak yang harus dipenuhi oleh negara. Bagaimana cara memenuhi hak itu dilimpahkan ke aparatur pemerintahan. Jika dibiarkan itu melanggar hak asasi. Soal internal pemerintah saja mengatur apakah pemerintah daerah dan pusat.

"Nah, dalam peralihan pegawai dari pemerintah pusat ke daerah, pasti ada tenggang wakunya. Ketika itu sudah harusnya diteliti dan diantisipasi bagaimana hak mereka," kata Prof Hadin Muhjat, Pengamat Hukum ULM.

Jika tenaga kesehatan itu bekerja di daerah A maka daerah A tersebut lah yang menanggung dan melaksanakan kewajibannya. Karena rumusnya dimana dia melaksanakan kewajiban di situ ia harus dipenuhi haknya. Jika di daerah maka pemdalah yang harus mencarikan solusi penggati gajinya.

Tidak mungkin ini sampai kekosongan. Kalau kekosongan hukum, di UU 30 Tahun 2014 tertera pimpinan boleh mengambil deskresi supaya tidak ada kekosongan. Dalam hal ini, saya rasa tidak mungkin dalam hal ini sampai kosong dan tidak tahu bahwa ada pegawai yang tidak digaji sampai lima bulan. Apalagi jumlahnya bukan satu dua, tetapi puluhan orang.

Baca: Allah SWT Melarang Membunuh 4 Binatang Ini, Begini Alasannya Menurut Para Ulama

Baca: Delapan Orang Ini Dilarang ke Luar Negeri, KPK: Untuk Kepentingan Penyidikan

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Top Eropa: Derby Manchester di Liga Inggris, Juve vs Inter di Italia

Baca: Live Streaming Juventus Vs Inter Milan - Siapa Jagoan Sesungguhnya?

Intinya tidak boleh memeras orang. Mereka yang dirugikan bisa melakukan gugatan perdata, bisa ganti rugi. Kalau ini diproses di tipikor ada dugaa unsur pidana. Tinggal sejauh mana penyidik melihat dan menerapkan pasalnya. (lis)

Mau baca berita Banjarmasin Post dan Metro Banjar? klik DI SINI

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved