Berita Tanahlaut
Nelayan di Kintap Ini Enggan ke PPI karena Kerap Dimintai Ikan
Jika Aminuddin alias Aco mengaku lokasi dermaga Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Muara Kintap kurang panjang
Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Para nelayan di Desa Muara Kintap, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut, enggan menambatkan kapal mereka di Dermaga Pelabuhan Pelelangan Ikan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terungkap.
Jika Aminuddin alias Aco mengaku lokasi dermaga Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Muara Kintap kurang panjang sehingga hanya sebagian kecil kapal nelayan yang parkir
Sebagian besar, jelasnya memilih menambatkan kapal nelayan di Dermaga pribadi yang letaknya hanya di belakang dapur rumah nelayan. Di Desa Muara Kintap, nelayan memiliki kapal paling tidak dua unit.
Sugeng, anggota kelompok usaha bersama nelayan Kampungbaru di Desa Muara Kintap mengaku setiap nelayan sudah punya dermaga pribadi atau milik sendiri atau berkelompok seperti di dekat rumahnya.
Itu karena seperti musim ikan atau musim angin Barat, penghasilan nelayan mencari ikan melimpah. Jika hasil nelayan melimpah kemungkin besar tidak menambatkan kapal di Dermaga PPI.
Baca: Wu Yongning, Penakluk Gedung Pencakar Langit Asal China Temui Ajal di Gedung 62 Lantai
Baca: Via Vallen Akui Ayu Lebih Ngetop, Tapi Analisa Pakar Ekspresi Wajah Terhadap Via Mengejutkan!
Baca: Sekelompok Orang Bertopeng Lempari Rumah Ibadah Umat Yahudi Dengan Bom Molotop, Gara-gara Trump?
"Kalau tambat kapal di Dermaga PPI itu banyak warga yang naik kapal hanya meminta ikan. Di dermaga PPI juga tidak ada kegiatan lelang ikan. Cuma tambat kapal dan mengisi bahan bakar Kapal," katanya, Senin (11/12/2017).
Jailani, nelayan Desa Swarangan Kecamatan Jorong, mengaku aktivitas pelabuhan perikanan di Swarangan masih tetap ramai dan tidak mati. Cuma memang tidak semua kapal nelayan tambat di Dermaga.
Menurut Jailani, kapasitas dermaga pelabuhan pelelangan ikan di Sungai Swarangan itu hanya cukup 20 unit kapal. Tidak dapat menampung semua kapal nelayan yang mencari ikan di perairan Jorong.
Sedangkan kapal nelayan yang mampir di Dermaga pelabuhan ikan Swarangan itu, jelas Jailani, kebanyakan kapal nelayan dari desa tetangga, seperti Desa Muara Asamasam, Desa Kuala Tambangan, Desa Takisung, Desa Pagatanbesar dan Desa Tabanio.
"Musim Barat seperti ini penghasilan nelayan biasanya menangkap ikan tenggiri, ikan peda dan ikan otek. Mampir sebentar di Swarangan kemudian ke pelabuhan Banjar Raya do Banjarmasin," katanya.
Jailani berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menambah panjang dan lebar dermaga yang asa saat ini agar para nelayan Swarangan dan nelayan Desa tetangga dapat menambatkan kapalnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/dermaga-pelabuhan-pelelangan-ikan-milik-pemerintah-provinsi-kalimantan-selatan_20171211_184714.jpg)