Berita Banjarmasin

Pelabuhan Ikan (PPI) Aluh-Aluh Terkendala Akses Jalan, Pemprov Kalsel Tak Berdaya karena Ini

Pengelolaan Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Aluh-aluh saat ini dilimpahkan ke Pemprov Kalsel dari kabupaten Banjar.

Pelabuhan Ikan (PPI) Aluh-Aluh Terkendala Akses Jalan, Pemprov Kalsel Tak Berdaya karena Ini
BANJARMASINPOST.co.id/milna sari
Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Aluhaluh di desa Aluhaluh Besar RT 10 RW 10 Kecamatan Aluhaluh, Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST,CO.ID, BANJARMASIN - Pengelolaan Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Aluh-aluh saat ini dilimpahkan ke Pemprov Kalsel dari kabupaten Banjar. Hal ini karena amanat Undang Undang 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah yang juga mengamanahkan pelabuhan diambil alih kewenangan ke Prov Kalsel.

Namun Pemprov Kalsel tidak bisa berbuat banyak melalui dinas Kelautan dan Perikanannya. Pasalnya, pihak dinas beralasan masih terkendala akses.

Diketahui akses jalan yang menghubungkan Aluh-aluh Besar ke Aluh-aluh Kecil hanya ada jembatan setapak. Roda empat tidak bisa tembus. Sementara angkutan ikan perlu roda empat. Karena tak ada perlintasan tersebut, maka PPI tak bisa digunakan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Akhmad Syaiful Azhar mengakui kendala saat ini adalah akses jalan. Ia berharap, sebelum diserahkan kepada pihaknya kendala tersebut sudah ditangani sehingga PPI bisa beroperasi. "Permasalahan saat ini jalan ga tembus. Lewat mana lagi angkutan darat kalau itu tidak ditembuskan," katanya.

Baca: Fakta Mengejutkan, Selain PPI di Aluh-aluh, 7 Pelabuhan Perikanan di Kalsel Ternyata Tak Berfungsi

Baca: Jadwal Siaran Langsung Dubai Super Series 2017 di Kompas TV : Semua Bisa Saling Mengalahkan

Syaiful mengatakan, secara fasilitas PPI tersebut sangat lengkap. Bahkan jauh lebih lengkap dibandingkan dengan PPI Banjar Raya Banjarmasin. Kondisi PPI Banjar Raya, ujar Syaiful, sudah terbatas. Sehingga apabila PPI Aluh-aluh beroperasi bisa dijadikan alternatif lokasi transaksi perikanan.

"Di sana ada pabrik es. Kalau Banjar Raya sudah tak bisa dikembangkan lagi. Karena lahan yang terbatas. Kami berharap itu bisa beroperasional. Kami sudah menyampaikan ke Bappeda Provinsi agar akses jalan tersebut ditingkatkan. Karena tidak ada jalan lain selain melewati itu," bebernya.

Pemprov untuk meningkatkan jalan tersebut juga terkendala. Sebab, aset lahan itu masih milik Pemkab Banjar. Maka dari itu tak boleh mengucurkan anggaran pembuatan jalan lengkap dengan jembatan itu.

Baca: Pelabuhan Ikan Rp 25 M Tak Berfungsi, Nelayan Aluh-aluh Terpaksa Jual Ikan ke PPI Banjar Raya

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved