Berita Banjarbaru

Mbah Wali Pawang Hujan Terkenal di Banjarbaru, Berminat? Ini Alamat dan No Teleponnya

Nama Mbah Wali sudah terkenal diseantaro Banjarbaru sebagai pawang hujan. Mulai menjadi pawang hujan sejak 2002

hasby
Mbah Wali menjadi pawang hujan sejak 2002 lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mbah Wali berdiri di bagian belakang samping kiri panggung di acara Peringatan ke-60 Hari Perkebunan yang digelar di halaman Kantor Dinas Perkebunan Kalsel, Kamis (14/12). Pria kelahiran Blitar 1951 itu mempunyai tugas mengalihkan hujan agar acara berlangsung lancar.

Nama Mbah Wali sudah terkenal diseantaro Banjarbaru sebagai pawang hujan. Mulai menjadi pawang hujan sejak 2002 lalu, hingga sekarang.

Warga Jalan Manggis RT 18 Landasan Ulin Banjarbaru ini sebelum menjadi pawang hujan belajar dengan seorang disebutnya guru dari Solo dan belajar senam pernapasan. Pertamakalinya diminta tolong pada 2002 saat acara di lapangan golf Swargaloka Banjarbaru.

Baca: Ungkap Kejahatan Militer Myanmar, Dua Wartawan Reuters Ditangkap, Ini Ancaman Hukumannya

Baca: Hidup Sendiri, Ahim Meregang Nyawa Dalam Kobaran Api, Mengerikan Kondisinya

“Sejak saat itu mulai dimintai tolong untuk mengalihkan hujan, atau menjadi pawang hujan. Mulai dari pesta perkawinan sampai acara-acara seperti di dinas perkebunan ini,” katanya.

Dirinya sudah bersiap di kantor dinas perkebunan Kalsel sejak pukul 06.00 wita, cuaca memang sedang hujan. Kemudian melakukan ritual-ritual khusus sembari membaca doa-doa.

“Membakar dupa empat bungkus, wirid Salamunqaulamirrabbirrahim, salam sejahtera, seruan Allah tiada daya dan kekuatan kecuali pertolongan Allah maha agung, maha kaya, maha rezeki, maha penguasa alam semesta, Allahuakbar tiga kali, kemudian membaca wirid Lahaulawalaquwataillabillahilalieyilaziem,” jelasnya.

Hujan pun reda di kawasan kantor dinas perkebunan Kalsel. Menurut penuturan Mbah Wali, hujan dialihkan ke kawasan Cempaka Banjarbaru.

Dirinya sebagai pawang hujan tidak boleh mematok tarif, pemberian secara sukarela, mulai dari Rp 300 ribu keatas. Diakuinya, kalau musim hujan cukup ramai menggunakan jasanya, sehari bahkan bisa di dua tempat.

Bapak enam anak itu menegaskan, semua tetap berharap kepada Allah Swt, tidak ada ritual khusus. Menyediakan bahan-bahan seperti beras kuning, telur mentah, kembang mawar, kembang kenanga, kembang tanjung, minyak dupa gunung kawi, tujuannya untuk meminta izin dengan penghuni alam sebelah, diistilahkannya permisi atau kulonuwon.

“Biasanya ada yang menghubungi melalui handphone saya di nomor 085388260727, ada juga yang langsung datang ke rumah. Ada yang seminggu sebelum acara, atau ada juga sehari sebelum acara,” tambahnya.

Penulis:
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved