Berita Banjarmasin

Sekolah Inklusi Tak Perlu Lengkap Fasilitasnya

"Sekolah inklusi tak harus punya fasilitas lengkap karena nanti jika lengkap akan menjadi sekolah berkebutuhan khusus"

Sekolah Inklusi Tak Perlu Lengkap Fasilitasnya
banjarmasinpost.co.id/restudia
pertemuan antara Komisi IV DPRD Banjarmasin dengan paguyupan dan pihak SDN Sungai Miai 5 

BANJARMASINPOST.CO.ID - BIDANG pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, mulai merespon keluhan Sekolah Inklusi di SDN Sungai Miai 5, di Cemara Ujung, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara.

"Sekolah inklusi tak harus punya fasilitas lengkap karena nanti jika lengkap akan menjadi sekolah berkebutuhan khusus," kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Banjarmsin, Nuryadi Spd, Mpd, Kamis (14/12/17).

Menurut Nuryadi, sekolah berkebutuhan khusus itu sendiri sudah ada, yakni sekolah dasar luar biasa (SDLB). Sekolah inklusi itu hanya menerima anak berkebutuhan khusus (ABK) kategori ringan setelah mendapat rekomendasi dari psikolog.

"Untuk pelayanan ABK itu cukup menggunakan fasilitas yang biasa saja," kata Nuryadi.

Ditambahkannya, secara bertahap fasilitas ABK di sekolah inkluasi itu akan dipenuhi seperti kursi roda dan fasilitas pendukungnya. Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin sudah memberikan bantuan beberapa ruang kelas pada 2016 silam.

"Pada 2017 ini SDN Sungai Miai 5, kita usulkan lagi bantuan dari pemerintah pusaat," katanya.

Nuryadi menyatakan sekolah penerima inklusi terbatas pada pelayanan ABK tingkat ringan saja. Soal ada anak autis yang menganggu siswa lainnya, maka di SDN Sungai Miai 5, sudah disediakan guru pendamping.

"Sekolah inklusi juga diharapkan menerima siswa ABK dalam jumlah sesuai kuota. Jangan terlalu banyak, nanti malah merepotkan sekolah itu sendiri," katanya

Sebelumnya Kepala Sekolah SDN Sungai Miai 5, Rusmalina merasa bingung karena fasilitas untuk sekolah setempat sebagai sekolah inklusi masih minim. Saat ini 23 anak berbutuhan khusus (ABK) yang sekolah di SDN setempat dengan jumlah guru pedamping sebanyak 20 orang.

"Dari semua ABK tersebut terdiri dari cacat pendengaran, cacat bicara, hiperaktif, autis, hingga lamban bicara," kata Rusmanila.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved