Berita Hulu Sungai Tengah

Panwaslu HST Ajak Pemilih Pemula Kritis dan Ikut Jadi Pengawas

Ketua Panwaslu HST Muhammad Subhan pun mengingatkan agar pemilih muda tersebut jeli dan mengenali calon-calon sebelum memilih.

Penulis: Hanani | Editor: Didik Triomarsidi
hanani
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengimbau para pemilih pemula agar kritis dalam mementukan pilhan, baik pada Pemilu Legislatif, Pemilu Kepala Daerah maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengimbau para pemilih pemula yang terdiri pelajar SMA/SMK/MAN atau sederajat serta mahasiswa, agar kritis dalam mementukan pilhan, baik pada Pemilu Legislatif, Pemilu Kepala Daerah maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Ketua Panwaslu HST Muhammad Subhan pun mengingatkan agar pemilih muda tersebut jeli dan mengenali calon-calon sebelum memilih. Pilih yang bagus tindakan, sikap dan kredibilitasnya.

Jangan hanya memilih berdasarkan kepintarannya, karena yang pintarbelum tentu jujur dan bisa saja membohongi masyarakat,”kata Subhani, saat Sosialissi Pengawasan Partisifatif yang menghadirkan kalangan pemilih pemula, Jumat (15/12/2017).

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan pelajar SMA/SMK/MA serta mahasiswa, masing-masing dua orang perwakilan dari seluruh sekolah di HST.

Pihak Panwaslu juga megundang kalangan tokoh masyarakat dan tokoh agama Islam, Kristen dan Hindu, pada kegiatan di hari ketiga tersebut. Namun, tak satupun tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir.

Pada kesempatan itu Subhan memaparkan pentingnya pemilih pemula mengetahui aturan, karena pemilih juga berhak mengawasi hingga melaporkan jika menemukan ada pelanggaran.

“Misalnya menyaksikan ada politik uang, boleh langsung melapor ke kantor kami di Jalan HM Syarkawi dekat Kantor Imigrasi. Bisa juga lapor ke Panwas Kecamatan, bagi yang tinggal di desa-desa,” jelasnya.

Diapun mengimbau para pemilih pemula tersebut, agar jangan sampai terlibat pelanggaran tersebut. Sebab, antara pemberi uang dan penerima uang, akanmendapat hukuman yang sama jika terbukti.

Subhan menyebut, peran tokoh agama, dan tokoh masyarakat sangat penting menginformasikan ke masing-masing umat, agar tak ikut terlibat pelanggaran pemilu.

Sebab, katanya, tokoh masyarakat dan agama itu panutan sehingga diharapkan warganya patuh terhadap ulama dan tokoh agamanya.

Tokoh agama juga bisa memberikan pandangan kepada masyarakat agar memilih wakil rakyat yang aspiratif dan pemimpin yang mengerti masalah negara penting, untuk menentukan lima tahun ke depan.

Sosialisasi dengan tema tersebut, juga menghadirkan narasumber, Ketua Bawaslu Kalsel, Iwan Setiawan.

Pada kesempatan itu dipaparkan, tentang kerawanan pemilu, yang disebabkan beberapa hal. Antara lain, rendahnya partisipasi tiap tahapan pemilihan, tingginya angka kemiskinan, kondisi budaya patriaki.

Juga pengaruh pemuka agama/adat, diskriminatif terhadap dipabel, minimnya peran NGO pegiat pemillu OKP/Oras dalam tahapan pemilu.

Khusus untuk para dipabelitas Iwan berharap, pemerintah pusat harus lebih mengakomodasi kepentingan mereka, karena selama ini, apa yang menjadi tuntutan atau kebutuhan mereka masih minim.

Seperti jalur khusus menuju TPS, kotak suara yang lebih rendah posisinya, hingga tersedianya penyulih suara bagi tuna rungu. “Kenyataannya selama ini belum terpenuhi. Padahal pemilih dipabel cukup banyak,”katanya. (hanani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved