ekonomi dan bisnis

Cegah Pengembang Properti Curang Rugikan Masyarakat, Ini Jurus Baru Menteri PUPR

Hal ini sebagai solusi untuk pembinaan asosiasi, serta menghindari pengembang nakal yang masuk dalam daftar hitam Kementerian PUPR.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kementerian PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) melakukan sosialisasi sistem informasi registrasi pengembang (Sireng). Hal ini sebagai solusi untuk pembinaan asosiasi, serta menghindari pengembang nakal yang masuk dalam daftar hitam Kementerian PUPR.

"Mulai 1 Januari 2018 akan diberlakukan peraturan bagi asosiasi. Kami sudah membangun sistem teknologi informasi berupa database dengan basis website dan aplikasi android," ujar Ketua Umum DPP PI (Pengembang Indonesia) Barkah Hidayat, Senin (18/12/2017).

Barkah yakin Sireng bisa meminimalisir kerugian masyarakat yang sebagai konsumen, sedangkan keuntungannya adalah akan ada kemudahan-kemudahan yang didapatkan dalam memasarkan rumah subsidi.

Baca: Tokoh Papua Ini Ungkapkan: Setelah Jokowi Tinggalkan Papua Harga BBM Kembali Rp 30 Ribu Per Liter

"Program ini sejalan dengan Pengembang Indonesia dan kita akan terbantu untuk membuat laporan yang akurat. Seperti data jumlah unit yang sudah kita kembangkan, lokasinya hingga realisasinya. Sehingga dari sini terbangun basis data yang valid yang akan menguntungkan semua pihak," kata Barkah.

Terkait pencapaian pembangunan rumah yang dikembangkan oleh Pengembang Indonesia, Barkah mengaku hingga awal Desember ini sudah terealisasi sebanyak 18.043 unit. Rencananya tahun depan DPP Pengembang Indonesia menargetkan sebanyak 40 ribu unit rumah subsidi yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten.

Berita ini telah tayang di Tribunnews.com berjudul: Kementerian PUPR Siapkan Jurus Cegah Pengembang Properti Curang

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved