Pabrik Narkoba di Diskotek

Warga Kaget Ada Pabrik Sabu di Dalam Diskotek MG, Tapi Sempat Protes Bisingnya

Warga Kaget Ada Pabrik Sabu di Dalam Diskotek MG, Tapi Sempat Protes Bisingnya, ternyata digerebek BNN

Warga Kaget Ada Pabrik Sabu di Dalam Diskotek MG, Tapi Sempat Protes Bisingnya
KOMPAS.com
Diskotek MG saat digerebek BNN dibantu kepolisian. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Diskotek MG di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat digerebek Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Minggu (17/12/2017) karena terindikasi terdapat pabrik narkotika jenis sabu dan ekstasi cair di sana.

Ternyata, hal ini mengejutkan warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Ketua RT 008 RW 004 Grogol Petamburan Sukarno mengatakan, warga di wilayahnya tidak pernah melihat kegiatan mencurigakan di diskotek tersebut.

"Paling ramai (diskotek MG dikunjungi) memang Sabtu malam. Setelah itu, hari biasa tidak ada kegiatan mencolok," ucap Sukarno, Senin (18/12/2017).

Baca: Laboratorium Sabu di Diskotek MG dan Reaksi Kaget Wagub Sandiaga Uno

Baca: Duh, Artis Cantik Bintang FTV Ini Tuliskan Suaminya Ijab Qabul dengan Wanita Lain

Baca: Ryan Bocah 6 Tahun Berpenghasilan Miliaran Berkat Punya Chanel YouTube

Baca: Ada Apa, BNN Kota Banjarbaru Mendadak Lakukan Tes Urine 59 Personel Manggala Agni Tanahlaut?

Dua bulan belakangan, ia dan warga sekitar mendapati diskotek itu beroperasi pada siang hari. Saat itu, dirinya mengira ada pekerja yang tengah merenovasi gedung tersebut.

"Tapi mereka renovasi juga tidak ada koordinasi sama kami. Ya sudah karena warga tahu itu diskotek, mengira renovasi biasa," ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Syamsuri, pedagang warung makan di sebelah diskotek tersebut. Warungnya biasa dikunjungi pekerja diskotek untuk mencari makan di malam hari.

"Banyak pekerja memang ke sini sering makan malam, tetapi ya siapa tahu ternyata ada pabrik narkobanya di dalam," katanya.

Wakil Ketua LMK Kelurahan Wijaya Kusuma Koko Purwanto mengatakan, warga sekitar pernah memperingatkan manajemen diskotek MG, agar tidak ada praktik narkoba di wilayah mereka.

Warga sekitar hanya pernah mengeluh suara yang bising tiap malamnya.

"Manajemennya tertutup jarang komunikasi dengan warga. Ada kejadian ini, warga malah bersyukur, alhamdulillah malah tutup. Selama ini, warga cuma mengawasi saja dari luar, ternyata ada (pabrik narkoba) seperti ini," kata Koko. (*)

Editor: Royan Naimi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved