Surat Terakhir Jonghyun Ungkapkan Depresinya Menjadi Orang Terkenal

Jonghyun SHINee bunuh diri di rumahnya di Seoul, Korea Selatan, Senin (18/12/2017) sore waktu setempat setelah sempat pingsan

Surat Terakhir Jonghyun Ungkapkan Depresinya Menjadi Orang Terkenal
instagram/run_withthewolf & parkchanyeoru
Nine Dear Cloud telah mendapatkan izin dari pihak keluarga untuk mengungkapkan surat terakhir Jonghyun SHINee untuk para fansnya. 

"Aku hidup selama ini karena kesulitan itu. Mereka bilang aku ingin kabur. Itu benar. Aku ingin melarikan diri. Dari diriku. Dari kalian. Aku bertanya siapa disana. Itu aku. Dan itu aku. Dan itu aku lagi."

"Aku bertanya mengapa aku terus kehilangan memori ingatanku. Mereka bilang itu karena kepribadianku. Aku melihat. Ini akhirnya berisiko."

"Aku ingin seseorang memperhatikan, tapi tidak ada yang memperhatikannya. Tidak ada yang bertemu denganku, jadi tentu saja mereka tidak tahu aku ada."

surat terakhir Jonghyun SHINee
surat terakhir Jonghyun SHINee (instagram/run_withthewolf & parkchanyeoru)

"Aku bertanya mengapa aku hidup. Hanya karena. Hanya karena semua orang hidup. Jika aku bertanya mengapa orang mati, aku kira mereka akan mengatakan bahwa mereka lelah."

"Aku menderita dan merasa khawatir. Aku tidak pernah belajar bagaimana mengubah rasa sakitku menjadi kebahagiaan."

"Rasa sakit hanyalah rasa sakit. Mereka menyuruhku untuk tidak seperti itu. Mengapa? Aku bahkan tidak bisa mengakhiri hal-hal seperti yang kuinginkan? Mereka menyuruhku untuk mencari tahu mengapa aku terluka."

"Aku tahu pasti. Aku sakit karena diriku sendiri. Itu semua salahku dan karena aku tidak berguna."

"Dokter, apakah ini yang ingin kamu dengar? Tidak, aku tidak melakukan kesalahan. Saat dokter menyalahkan kepribadianku dengan suara lembut, aku pikir sangat mudah menjadi dokter."

"Sangat luar biasa melihat mengapa hal ini begitu sakit. Orang-orang yang mengalami hal yang lebih berat, hidup dengan baik. Orang-orang yang mengalami hal lebih mudah dariku hidup dengan baik. Aku rasa tidak."

"Tidak ada seorang pun yang mengalami hal yang lebih berat maupun lebih mudah dariku. Tapi mereka bilang aku harus hidup."

Halaman
1234
Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved