Berita Jakarta

Ketua MPR Membuat Ratusan Ibu-ibu Berteriak soal Kesejahteraan Belum Terwujud

Ketua MPR Zulkifli Hasan membuat ratusan peserta Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari) berteriak.

Ketua  MPR Membuat Ratusan Ibu-ibu Berteriak soal Kesejahteraan Belum Terwujud
banjarmasinpost.co.id/isti
Ketua MPR Zulkifli Hasan merangkul ibu dari Ismail tukang tambal ban yang berhasil membawa ibunya naik haji. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Ketua MPR Zulkifli Hasan membuat ratusan peserta Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari) berteriak, “Benar sekarang Musyawarah Mufakat merosot.” Juga “Benar sekarang kesejahteraan belum terwujud harga mahal. Pendapatan turun!”

Jawaban itu ketika Ketua MPR Zulkifli bertanya, “Apakah benar sekarang Musyawarah Mufakat merosot?”

“Apa benar sekarang kesahteraan keluaga ibu-ibu berkurang karena harga tidak turun, malah naik?”

Pertanyaan itu dilontaraka Zulkifl saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar di depan pimpinan dan pengurus serta anggota Perwari ketika menjelaskan butir-butir Pancasila dalam kehidupan sehari-hari  di Gedung Panti Perwari. Kamis (21/12).

Menurut Zulkifli Pancasila jika  diterapkan dalam kehidupan, maka rakyat sejahtera dan makmur.

“Tidak ada lagi perbedaan suku dan agama. Tidak ada lagi yang meributkan pri dan non pri. Lah. Memang kita ini bisa memilih lahir dari salah satu suku. Saya lahir dari Lampung, mana tahu lahir di sana. Itu sudah Sunatullah,” tegasnya.

Baca: Keterlaluan Dokter Malpraktik, 44 Tahun Kain Kasa Tertinggal di Perut Pasien

Persoalan yang kita hadapi itu adalah pemikiran garis keras tidak mau mengalah seakan dia yang hebat. “Seakan-akan beragama dia agama yang terbaik dibandingkan dengan lainnya. Di Indonesia ini mayorirtas dan minoritas mempunyai sama kedudukan,” ujarnya.

Begitu juga di Indoesia menurut Bung Karno, Proklamator kita, tidak ada perbedaan kelas. “Tidak ada seorang senang sedangkan yang lain menderita. Jika ada pasien diusir dari rumah askit, maka itu tidak Pancasila. Begitu juga jika anak yang kuliah tidak mampu bayar dikeluarkan kuliah, ini tidak Pancasila,” katanya.

Bagaimana supaya semua bisa berubah untuk sejahterakan dan makmurkan rakyat ini? Ya, itulah yang akan saya perjuangan dan akan terus menyuarakan tentang perlu rakyat sejahtera dan makmur. Selalu berpegan pada Pancasila yang isinya akan hantaraka rakyat Indonesia sejahtera dan makmur.

“Jalan keluarnya, sumber daya alam tidak lagi diberikan kepada orang lain, sedangkan kepala daerah hanya dapat konvensansi ini tidak benar. Ditambah lagi kepala daerah hanya memerjuangkan orang yang berduit ini juga tidak  benar,” ujarnya.

“Sekarang ini,  uang dijadikan Tuhan, sehimgga jika mau jadi kepala daerah harus pakai?” Uang! Dijawab ibu-ibu.

“Jadi anggota DPR?” dijawab ibu-ibu, “Uang!” (*)

Penulis:
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved