Berita Banjarbaru

Gubernur Kalsel Sahbirin Ingin Buat Masjid Bambu Terbesar di Dunia

Masjid yang terbuat atau berbahan bambu saat ini belum ada di Kalsel. Padahal Kalsel tergolong provinsi penghasil bambu.

Tayang:
Penulis: Milna Sari | Editor: Elpianur Achmad
Banjarmasinpost.co.id/Aya Sugianto
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat bercebur ke laut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Masjid yang terbuat atau berbahan bambu saat ini belum ada di Kalsel. Padahal Kalsel tergolong provinsi penghasil bambu.

Atas dasar itu pula, Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor berencana membangun masjid terbuat dari bambu di Kalsel. Bahkan, Sahbirin menginginkannya menjadi masjid dengan bahan bambu terbesar di dunia.

"Cita-cita kita bikin masjid terbesar di dunia dengan bahan dari bambu. Bambu itu penyimpan air paling banyak," ujarnya beberapa waktu lalu.

Masjid yang terbuat dari bambu sudah ada beberapa yang dibangun d Indonesia. Contohnya, adalah di Cirebon Jawa Barat. Begitu pula, di luar negeri seperti Malaysia juga sudah mempunyai masjid dengan arsitektur dari bambu.

Baca: Belum Dapat Jawaban dari Kemenpora, 29 Atlet Berprestasi Kalsel Belum Bisa Ikuti Seleksi PNS

Baca: Hasil Babak Pertama El Clasico Real Madrid vs Barcelona, Saling Jual Beli Serangan Skor Kacamata

Selain modelnya yang unik, masjid yang terbuat dari bambu juga memberikan rasa kesejukan bagi pengunjung.

"Oleh karena itu, masjid yang terbuat dari bambu selain untuk tempat ibadah, juga dijadikan tempat tujuan wisata.

Tentang lokasi pembangunan masjid bambu, ia menyebut masih rahasia. Sebab, itu akan menjadi kejutan bagi masyarakat Kalsel. "Lokasinya masih kita rahasiakan. Lihat saja nanti," tambahnya.

Dihubungi terpisah, Sabtu (23/12) Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Nazaruddin Alkhaidar mengatakan pihaknya selaku staf dan bawahan gubernur siap melaksanakan dan mendukung cita-cita tersebut.

Saat ini laporan untuk pembangunan masjid tersebut ujarnya belum ada laporan ke Bidang Cipta Marga.

"Kalau memang itu rencananya ya kita pasti akan mendukung, cuma belum ada laporan ke kita masih sampai saat ini," ujarnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved