Pilkada Jabar 2018

Di Ruang Tahanan Pengadilan Setya Novanto Masih Sempat Komentari Batalnya Golkar Dukung Ridwan Kamil

Di tengah kerumunan wartawan di depan ruang tunggu tahanan, terdakwa kasus KTP Elektronik Setya Novanto sempat berkomentar keputusan Partai

Di Ruang Tahanan Pengadilan Setya Novanto Masih Sempat Komentari Batalnya Golkar Dukung Ridwan Kamil
tribunnews.com
Terdakwa Setya Novanto menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan eksepsi atau keberatan atas dakwaan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (20/12/2017). Setya Novanto keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum KPK yang mendakwa dirinya atas kasus korupsi KTP elektronik dengan ancaman hukuman maksimal berupa pidana penjara selama 20 tahun. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Di tengah kerumunan wartawan di depan ruang tunggu tahanan, terdakwa kasus KTP Elektronik Setya Novanto sempat berkomentar keputusan Partai Golkar mencabut dukungannya kepada Walikota Bandung Ridwan Kamil dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan ia menyerahkannya kepada Airlangga Hartanto yang kini bertugas sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar.

"Kita percayakan pada Pak Airlangga yang memimpin partai Golkar ya," kata Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (28/12/2017).

Baca: Gila! 9 Tahun Pria Ini Setubuhi Mayat Wanita Cantik, Lebih Gila Spermanya Dikeluarkan di Sini

Baca: Pria Cacat Dipukuli karena Dituduh Curi Susu Anak, Saat Sosoknya Terungkap Semua Orang Menangis

Selain itu, Novanto juga berharap agar seluruh kader Golkar serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) 1 dan DPD 2 dapat bekerja sama dengan baik.

"Semua proses kita percayakan kepada partai dan Pak Airlangga. Mudah-mudahan semuanya bekerja sama dengan baik kepada seluruh DPD 1 dan DPD 2," harap Novanto.

Sebelumnya, Partai Golkar mencabut dukungannya untuk bakal Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Minggu (17/12/2017).

Baca: Taqy Malik Hapus Foto Bersama Wanita Ini dari Akun Media Sosialnya

Baca: Setelah Meredup Usai Lepas Hijab, Rina Nose Baru-baru Ini Tulis Curhat Begini Isinya

Salah satu alasan pencabutan dukungan tersebut karena Ridwan Kamil dinilai tidak konsisten dengan kesepakatan awal.

Kesepakatan yang dimaksud adalah untuk maju bersama kader Partai Golkar sebagai calon wakil gubernurnya.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid di sela Rapimnas Partai Golkar di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (18/12/2017).

"Ternyata kemudian Pak Ridwan Kamil tidak konsisten dengan keputusan Partai Golkar dan tidak konsisten dengan kesepakatan yang dibangun Partai Golkar dan Pak Ridwan Kamil," ujar Nur. (TRIBUNNEWS.com)

Editor: Ernawati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved