Berita Hulu Sungai Utara

Waduh, Eceng Gondok Tutup Sungai di Paminggir, Ini Harapan Asrani

Kecamatan Paminggir seluruhnya merupakan daerah rawa, transportasi yang digunakan masyarakat pun berupa kapal dan speedboat.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.co.id/reni kurnia wati
Kapal pembersih eceng gondok di HSU. Foto dirilis Selasa (2/1/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kecamatan Paminggir seluruhnya merupakan daerah rawa, transportasi yang digunakan masyarakat pun berupa kapal dan speedboat.

Karenanya jalur sungai berperan penting dalam akses keluar masuk Kecamatan paminggir.
Namun sayangnya kadang jalur ini harus terganggu dengan adanya eceng gondok yang memenuhi bantaran sungai.

Seluruh jenis kapal pun kesulitan untuk melintas jika eceng gondok memenuhi sungai atau biasa disebut warga dengan sebutan pampan.

Asrani anggota DPRD asal Kecamatan Paminggir mengatakan jika eceng gondok memenuhi sungai maka seluruh jenis kapal akan sulit melintas karena tanaman tersebut membuat baling baling mesin kapal akan tersangkut akar dan membuat mesin mati.

Baca: Astaga! Apakah Ini Firasat? Beberapa Jam Sebelum Heboh Jedun Ditangkap, Shafa Haris Posting Ini

Baca: Gara-gara Liburan, Saling Sindir Azriel Hermansyah dengan Suami Ibunya Panas di Sosmed

Biasanya hal ini terjadi pada musim penghujan seperti saat ini. Terlebih jika air Sungai Barito sedang tinggi dan mengalir menuju Paminggir.

"Kadang bisa satu bulan tidak hilang karena sungai barito tinggi, sedangjan jika musim penghujan biasa nanun sungai barito tengah surut hanya beberapa hari saja," ungkapnya.

Biasanya pemerintah daerah bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Provinsi bekerjasama menurunkan kapal pembersih sungai untuk mengambil eceng gondok dan langsung mengolah eceng gondok tersebut menjadi pupuk kompos diatas kapal.

"Kami berharap Kabupaten HSU memiliki kapal pembersih sungai sendiri dan standby di perairan Kabupaten HSU untuk menjaga jalur sungai," ungkapnya.

Terpisah kepala Dinas Perhubungan Hamdani mengatakan pihaknya memang terus bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Provinsi untuk melakukan p3mbersihan sungai.

Seperti yang dilakukan pada bulan November 2017.

Kapal yang memiliki panjang sekitar 15 meter ini mengangkat eceng gondok yang ada di depannya dan dimasukkan kedalam mesin penggiling yang ada di diatas kapal.

Eceng gondok beserta akarnya langsung berubah menjadi lembut yang kemudia diproses kembali untuk mengurangi kadar airnya.

Hasil prosea dari eceng gondok bisa langsung dimanfaatkan sebagai pupuk atau dibuang di tepian sungai.

"Kami juga berharap memiliki kapal pembersih sungai sendiri dan pupuknya juga bisa dimanfaatkan oleh warga," ujarnya. (BANJARMASINPOST.co.id/reni kurnia wati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved