Musik

Ikke Nurjanah Goyang Eropa, Kali Pertama Musik Dangdut Festival Seni Indonesia di Eropa

Ini merupakan kali pertama musik dangdut diikutsertakan dalam festival seni Indonesia di Eropa.

Ikke Nurjanah Goyang Eropa, Kali Pertama Musik Dangdut Festival Seni Indonesia di Eropa
kom
Ikke Nurjanah bernyanyi di tengah ruang redaksi Kompas.com, Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Persiapan terus dilakukan Ikke Nurjanah. Penyanyi dangdut ini akan menggoyang Eropa pada Sabtu (6/1). Itu dilakukannya di Europalia Arts Festival Indonesia di Niewue Kerk, Den Haag, Belanda.

Ini merupakan kali pertama musik dangdut diikutsertakan dalam festival seni Indonesia di Eropa.

“Tentunya saya sangat senang, bangga dan juga bersyukur atas kesempatan yang istimewa ini. Enggak lupa atas nama seniman musik dangdut, saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, serta Europalia Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada musik dangdut untuk memperkenalkan dirinya di Eropa,” kata Ikke, Selasa (2/1).

Ikke berharap seniman musik dangdut semakin mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karyanya di pasar Eropa.

“Iya benar. Saya hanya sebagai pelopor. Semoga kesempatan ini akan dikuti oleh generasi berikutnya,” kata Ikke.

Untuk keperluan konser, Ikke mempersiapkan konsep baik secara musik, lagu, kostum maupun aksi panggung.

“Saya membawa musisi muda dangdut Indonesia yang tergabung dalam Ikke Nurjanah Ensemble, terdiri atas keyboard, gendang, suling dan gitar, agar masyarakat Eropa menyaksikan dan merasakan sendiri secara live seperti apa musik dangdut itu,” kata Ikke.

“Konsepnya adalah ‘short story of dangdut’. Bercerita tentang seperti apa musik dangdut melalui lagu-lagu karya Rhoma Irama, Meggy Z, Rita Sugiarto dan beberapa lagu dangdut etnik aku,” lanjutnya.

“Total ada sekitar 12 lagu. Selain itu kami akan membawakan lagu karya Daniel Sahuleka yang sangat hits dengan aransemen musik dangdut,” sambung wanita yang akan mengenakan busana karya desainer muda asal Semarang, Dimas Santoeso.

Europalia merupakan Festival Budaya Internasional yang diadakan setiap dua tahunan atau Biennale yang mempersembahkan cultural heritage, yakni kesenian dan kebudayaan, di mana setiap festival dipilih satu negara tamu kehormatan.

Indonesia sebagai negara tamu kehormatan ke-19 tahun ini, tampil di Belgia, Belanda, Inggris, Prancis, Jerman, Austria dan Polandia selama 104 hari dan melibatkan lebih dari 300 seniman asal Tanah Air. (kompas.com)

Mau baca berita Banjarmasin Post dan Metro Banjar? klik DI SINI

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved