Kriminalitas Banjarmasin

Enam Karyawannya Terbukti Nyabu, SPBU Ini Bakal Keluarkan Surat 'Sakti' Ini

"Yaa paling lama, akan kita keluarkan SK PKH untuk enam karyawan SPBU kami yang nyabu sesuai hasil tes urine"

Enam Karyawannya Terbukti Nyabu, SPBU Ini Bakal Keluarkan Surat 'Sakti' Ini
edi nugroho
Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarmasin melakukan tes urine untuk karyawan SPBU PT Inayah Group. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bagian sumber daya manusia (SDM) PT Inayah Group memastikan akan mengeluarkan surat keputusan (SK) pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk enam karyawan SPBU yang terbukti nyabu sesuai hasil test urine narkoba Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarmasin kerjasama peruahaaan SPBU tersebut.

"Yaa paling lama, akan kita keluarkan SK PKH untuk enam karyawan SPBU kami yang nyabu sesuai hasil tes urine kerjasama BNNK dan Inayah Group," kata Dewi Rachman Manajer HRD Inayah Group, Kamis (4/1/18).

Menurut Dewi, kontrak enam karyawan SPBU yang terindikasi memakai narkoba tak diperpanjang pada 2018 ini menyusul test urine kerjasama Inayah Group dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banjarmasin , Kamis (28/12/17) lalu.

"Yaa enam karyawan SPBU kami tak akan diperpanjang kontraknya pada 2018 ini. Tes urine ini inisiatif perusahaan kami dan bukan yang pertama kali. Kami dalam satu tahun menggelar test urine dua sampai tiga kali kerjasama dengan BNNK," kata Dewi.

Ditambabhkan Dewi, Inayah memang sengaja memilih BNNK Banjarmasin dan bukan rumah sakit untuk melakukan test urine untuk karyawanya. Sebab, di BNNK itu ada proses rehabilitasi bagi masyarakat yang mengkonsumsi Narkoba.

"Yaa kalau yang melakukan tes urine itu rumah sakit, maka tak akan ada proses rehabilitsasi," kata Dewi.

Ditambahkan Dewi, karyawan SPBU yang mengkonsumsi Narkoba itu masih punya masa depan sehingga ada proses rehabilitasi.
Mungkin di proses rehabilitasi itu ada pemberian ketrampilan dan edukasi sehingga bisa bermanfaat bagi eks karyawan SPBU tersebut.

"Saya terus terang prihatin dengan ditemukannya karyawan SPBU kami yang mengkonsumsi sabu. Ke depan mudah-mudahah kejadian ini tak akan terulang lagu,," katanya.

Tes urine, sambungnya, sengaja dilakukan akhir Desember sehingga jika ada karyawan yang mengkonsumsi obat terlarang itu tak akan diperpanjang kontraknya pada 2018 ini. Memecat karyawan pelanggar aturan tak sesederhana yang dibayangkan seperti memberi pesangon saja. Karyawan tersebut nantinya diharapkan nantinya bisa mencari pekerjaan lagi dan hidup dengan normal.

"Tes urine bagi karyawan SPBU merupakan program positif perusahaan kerjasama dengan BNNK. Sekali lagi test urine tersebut merupakan permintaan perusahaan atau Inayah Group," katanya.

Dihubungi terpisah Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi Hiswana Migas) Provinsi Kalsel, Irfani, Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi Hiswana Migas) Provinsi Kalsel, Irfani, menyatakan Hiswana Migas sangat mendukung langkah Inayah Group yang meminta BNNK Banjarmasin untuk melakukan test urine kepada karyawan SPBUnya.

"Jika ditemukan karyawan memakaoi SPBU,.pemilik SPBU pasti akan bertindak tegas kepada karyawan tersebut karena mencoreng nama SPBU," katanya.

Region Manager Comunications & CSR PT Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha, menyatakan Inayah Grup memang bekerja sama dengan BNN Kota Banjarmasin untuk melakukan test urin ke seluruh perkerja SPBU.

"Test urine di Inayah Grup oleh BNNK telah dilakukan sebanyak 2 kali, dimana pemeriksaan yang pertama dilakukan 6 bulan lalu. Soal ada enam karyawan terindikasi positif Narkoba, pihak Inayah Grup berkomitmen untuk melakukan PHK kepada pekerja terkait," katanya. (ogi).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved