Berita Olahraga

IODI Kalsel Dukung 15 Nomor Pertandingan di PON 2020 Papua

Pengurus Pusat (PP) Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI), menggelar rapat yang dihadiri Pengurus Provinsi (Pengprov) IODI

IODI Kalsel Dukung 15 Nomor Pertandingan di PON 2020 Papua
istimewa
Ketum PP IODI, Heru Sutantio (baris kedua, lima dari kiri), berfoto bersama seluruh Pengprov IODI se Indonesia usai rapat yang digelar di Gedung Madu Sedana, Sanur, Denpasar, pada 6-7 Januari 2018. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, DENPASAR - Pengurus Pusat (PP) Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI), menggelar rapat yang dihadiri Pengurus Provinsi (Pengprov) IODI seluruh Indonesia, di Gedung Madu Sedana, Sanur, Denpasar, pada 6-7 Januari 2018.

Pengurus Provinsi (Pengprov) IODI Kalsel turut ambil bagian pada pertemuan yang berlangsung dua hari tersebut.

Ketua Umum IODI Kalsel, Muslih menuturkan, digelarnya rapat tersebut membahas mengenai berbagai persiapan di Pekan Olahraga Nasional (PON), serta nomor-nomor yang akan dipertandingkan.

Baca: Gubernur Kumpulkan KONI dan Dispora se Kalsel, Ada Apa Ya?

"Di PON Papua nanti, berdasarkan hasil rapat ada 15 nomor yang dipertandingkan, setelah sebelumnya ada wacana menambah enam kategori, tapi batal. Tapi apapun itu Kalsel akan mendukung," ujarnya kepada BPost Online.

15 nomor pertandingan yang akan dimainkan di PON 2020 nanti, sama dengan jumlah kategori pada PON 2016 di Jawa Barat lalu.

Baca: Manchester City, Arsenal, dan Chelsea Berpeluang Raih Double Gameweek

Pada rapat dipimpin Ketum IODI Pusat, Heru Sutantio ini, Muslih menambahkan, baik PP IODI maupun Pengprov IODI se Indonesia sepakat memasukkan dua gerakan baku, yakni Synchronize Cha-Cha dan Line Dancesport, setelah sebelumnya gerakan dipertandingkan Jive, Synchronize Waltz, Quickstep, dan Tradisional Dancesport.

Selain itu, kategori lama yakni Rising Star dicoret, FFA yang tadinya empat kategori dikurangi menjadi tiga kategori. Sebab Synchronize Cha Cha dan Line dancersport masuk dua kategori gerakan baku yang wajib dimasukkan.

Dari hasil kesepakatan rapat, Muslih mengatakan, Pengprov IODI se Indonesia tidak diperbolehkan absen pada event Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang diselenggarakan PP IODI.

"Untuk berlaga di PON, wajib tampil di Kejurnas sebagai kredit poin bagi atlet, jika sebanyak dua kali absen, maka atlet yang mewakili daerah manapun akan didiskualifikasi," tandasnya.

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved