Jalan Rusak

Desa Kelampaian Ilir, Anak Tiri yang Tidak Diperhatikan, Jalan Aspal Hanya Mimpi Bagi Warganya

Sepeda motor yang dikemudikan Pambakal Munggu Raya, Jasmani bergerak pelan melewati jalan menuju desanya.

Desa Kelampaian Ilir, Anak Tiri yang Tidak Diperhatikan, Jalan Aspal Hanya Mimpi Bagi Warganya
banjarmasinpost.co.id
seorang warga melewati Jalan ke Munggu Raya yang penuh genangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sepeda motor yang dikemudikan Pambakal Munggu Raya, Jasmani bergerak pelan melewati jalan menuju desanya.

Berulang kali Dia harus menahan laju kendaraanya itu karena harus melewati genangan yang ada di sepanjangan jalan menuju desanya.

Menurut Jasmani, jalan menuju desanya yang diantaranya termasuk bagian dari Desa Kelampaian Ilir sebenarnya hanya 3 kilometer.

Namun, karena kondisi jalan yang rusak membuat perjalanan yang harus di tempuh menjadi hampir setengah jam.

Baca: Kisah Raja Pagatan dalam Sejarah Perjalanan Kerajaan Banjar

Baca: Sisa-sisa Peninggalan Raja Pagatan dan Kusan, Ahli Waris Tolak Permintaan Pihak Museum

Baca: Di Sinilah Dulu Kerajaan Pagatan dan Kusan Berdiri

Padahal, jika mulus lima menit pun sampai ke desanya.

"Saat hujan seperti ini jalan pun semakin rusak parah. Guru dan anak sekolah yang kasihan sering terpeleset melewati jalan yang becek," katanya.

Kondisi jalan yang rusak ini tentu saja menyusahkan warga yang hendak keluar membawa hasil panen baik padi maupun sayur mayur.

Jasmani pun berharap jalan ke Munggu Raya ini mendapatkan perhatian Pemkab Banjar.

Karena dari 22 Desa di Astambul desanya lah yang hingga kini belum pernah beraspal.

"Kalau bisa dibeton. Sebab desa kami daerah banjir," ungkapnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved