Mobil Bank Mandiri Dirampok

Kronologi Keterlibatan Anggota TNI Dalam Kasus Perampokan Bank Mandiri yang Diotaki Oknum Polisi

Kasus perampokan uang milik Bank Mandiri Cabang Tanjung, selain melibatkan anggota polisi Brigadir Jumadi, dan Yongki alias

Kronologi Keterlibatan Anggota TNI Dalam Kasus Perampokan Bank Mandiri yang Diotaki Oknum Polisi
istimewa
Oknum Polisi Brigadir Jumadi, pelaku perampokan mobil bank Mandiri Banjarmasin Kalsel di Gambut. 

 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kasus perampokan uang milik Bank Mandiri Cabang Tanjung, selain melibatkan anggota polisi Brigadir Jumadi, dan Yongki alias Jawa juga terungkap peran serta seorang oknum TNI dengan jabata Tamudi Ramil 01/Muarauya yakni Kopda Apung.

Dandim 1008/Tanjung, Letkol (Arm) Anang Krisna Kuswara, mengatakan oknum tersebut berdinas di bagian koprasi.

Kasus ini, katanya, sudah ditangani serta dilimpahkam ke Denpom VI/2 Banjarmasin untuk proses lebih jauh.

"Menurut pengakuan yang bersangkutan, bahwa dia menerimakan uang dari Yongki. Disebutkan bahwa itu uang pembelian tanah," jelas dia.

Baca: Ngeri! Lebah Ganas yang Keluar dari Pemakaman Serang Kawasan Perumahan Samarinda, 1 Meninggal

Baca: Kisah Raja Pagatan dalam Sejarah Perjalanan Kerajaan Banjar

Baca: Dibacakan Putranya, di Tahanan Mako Brimob Ahok Tulis Surat Mengharukan untuk Vero, Begini Isinya

Baca: Fakta Unik Rafflesia Arnoldii, Bunga Raksasa yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Baca: Alamak, Harga Nila Goreng Rp 135 Ribu, Rumah Makan di Banjarbaru Langsung Viral, Ini Kata Warganet

Adapun kronologinya, versi pihak TNI menyebutkam bahwa tersangka Yongki saat membawa uang curian dengan menggunakan mobil Avanza menuju arah Kabupaten Tabalong.

Namun sampai di Binuang, Kabupaten Tapin, berbalik arah karena takut ada razia Polisi.
Selanjutnya, yang Yongki menelepon Kopda Apung minta tolong untuk dititipkan uang tersebut dengan alasan ini adalah uang dari hasi jual tanah.

Kopda Apung yang saat itu berada di rumah saudaranya di Martapura menyanggupi hal tersebut dan bertemu dengan saudara Yongki di Astambul.

Lalu, Yongki sudah menyiapkan uang yang dibungkus karung dan sepeda motor Vario.

Selanjutnya Yongki balik ke Tabalong dan Kopda Apung menitipkan uang hasil penjualan tanah tersebut ke rumah kakaknya atas nama Sudiono.

Selanjutnya Kopda Apung kembali ke Tabalong kembali untuk melaksanakan Dinas seperti biasa.

Selesai salat Jumat, Kapoles Tabalong menginformasikan kepada Dandim 1008/Tanjung bahwa tersangka Yongki yang sudah tertangkap mengakui bahwa uang dititipkan ke Kopda Apung.

Namun diakuinya sebagai uang hasil dari penjualan tanah bukan dari hasil perampokan.

Dandim kemudian segera memanggil Kopda Apung dan mengkonfirmasi laporan tersebut dan selanjutnya Dandim, Kapolres bersama Kopda Apung menuju lokasi penyimpanan uang di rumah Sudiono di Astambul, Kabupaten Banjar.

Setelah uang didapat di rumah Sudiono segera diserahkan kepada pihak Polda.

Kopda Apung kemudian dimintai keterangan oleh pihak Korem dalam rangka pengembangan selanjutnya.

"Saat ini Kopda Apung menjalani pemeriksaan di Denpom Vl/2 Banjarmasin dalam pendalaman atas keterlibatannya."Untuk proses hukumnya kita limpahkane Bagian POM VI/2 Banjarmasin," urai dia.

Dandempom VI/2 Banjarmasin, Mayor (CPM) Supriadi, membenarkan sudah ada pelimpahan dari Korem 101/Antasari soal keterakitan oknum TNI di Tajung soal pencurian kejahatan ini.

" Orangnya sudah di sel, dan belum kami dalami sejauh mana yang jelas kami nantinya proses melalui preadilan militer. Kalau memang dalah akan dikenakan hukum sesuai aturan yang dijatuhkan pengadilan militer nantinya," kata dia.

Sementara, Darem 101/Antasari, Kolonel (Inf) Yudhianto Putra Jaya, menjelaskan bahwa pihak TNI akan tegas memperoses secara hukum jika ada kaitan dengan anggota TNI."Kita akan proses hukum keterkaitan ini, jika salah akan diproses secara hukum," kata dia. (BANJARMASINPOST.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved