Berita Balangan

Dinkes dan KPK-AR Balangan Cari Puskesmas Terbaik Kategori Ini

Untuk menetapkan Puskesmas terbaik dalam pelaksanaan KTR di Kabupaten Balangan, Dinas Kesehatan setempat dan Koalisi

Dinkes dan KPK-AR Balangan Cari Puskesmas Terbaik Kategori Ini
kompas.com
ilustrasi bebas rokok

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN -Untuk menetapkan Puskesmas terbaik dalam pelaksanaan KTR di Kabupaten Balangan, Dinas Kesehatan setempat dan Koalisi Profesi Kesehatan Anti Rokok (KPK-AR) Kabupaten Balangan melaksanakan penilaian pada semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Balangan sejak Januari 2018 dan akan diumumkan bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Balangan, bulan April 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan melalui Ketua Koalisi Profesi Kesehatan Anti Rokok, A. Mahyuni mengungkapkan, Puskesmas sebagai percontohan ini sangat strategis dalam menunjang pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Balangan Nomor 15 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Ditambahkannya, ada 12 point yang dinilai dalam penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Puskesmas, diantaranya ada tidaknya tanda memasuki Kawasan Tanpa Rokok, tanda dilarang merokok di pintu masuk utama atau pagar, tanda dilarang merokok di luar gedung dan tertulis sanksi bagi pelanggar, ada tidaknya orang merokok dalam gedung, terlihat puntung rokok, abu rokok, atau asbak dalam gedung, tercium bau rokok dalam gedung, item yang berhubungan dengan promosi rokok, kegiatan menjual rokok di area dalam dan luar gedung, dan sistem pengawasan internal yang diterapkan di area puskesmas.

“Selain penilaian melihat secara fisik, juga dilaksanakan penilaian melalui wawancara dengan Kepala Puskesmas tentang pemahaman mereka tentang Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok,” urainya.

Baca: Puasa Senin-Kamis Banyak Manfaatnya Loh, Dijamin Allah Jauh dari Neraka, Simak Tata Caranya

Dijelaskannya, Puskesmas memang harus menjadi percontohan dalam penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ini, Puskesmas selain sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan pada masyarakat dalam suatu wilayah kerjanya, juga sebagai unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan, pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan.

“Jadi dalam hal ini, Puskesmas selain sebagai objek Kawasan Tanpa Rokok, juga sebagai subjek atau pelaku dalam hal mensosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta memasyarakatkan peraturan daerah tentang kesehatan ini,” ujarnya.

Dikatakan Mahyuni, setelah didapatkan Puskesmas yang terbaik dalam penerapan KTR ini, nantinya puskesmas tersebut akan dilaksanakan pendampingan dan pembinaan bagaimana menerapkan kawasan Tanpa Rokok yang baik dan benar.

“Sehingga nantinya, dapat dijadikan tempat percontohan dan rujukan dalam pelaksanaan KTR, baik oleh Puskesmas lain, ataupun SKPD yang ada di kabupaten kita sendiri ataupun Kabupaten lainnya,” pungkasnya.

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, dalam Peraturan Daerah Kabupaten Balangan Nomor 15 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok dijelaskan bahwa adalah Penetapan Kawasan Tanpa Rokok perlu diselenggarakan di fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lainnya yang ditetapkan serta menjadi kewajiban asasi bagi kita semua terutama para pimpinan/penentu kebijakan ditempat tersebut untuk mewujudkannya.(Banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved