Kerajaan Gaib Tanjung Dewa

Kejadian di Luar Akal di Tanjung Dewa, Sumber Air Keluar Berarti Nazar Dikabulkan

Untuk mendapat keberkahan dari Dewa - versi penganut Budha- oleh warga keturunan Tionghoa, pelepasan kambing diberi tanda merah

Kejadian di Luar Akal di Tanjung Dewa, Sumber Air Keluar Berarti Nazar Dikabulkan
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Tanjung Dewa, Kabupaten Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Untuk mendapat keberkahan dari Dewa - versi penganut Budha- oleh warga keturunan Tionghoa, pelepasan kambing diberi tanda merah tidak hanya melalui proses ritual.

Namun ada proses lain yang dilakukan.

Baca: Gila! Bocah Video Mesum Diupah Rp 300 Ribu, si Tante Rp 1,6 Juta, Dijual ke LN Mencengangkan!

Baca: Beredar Surat Tanggal 6-1-2018 Mengatasnamakan Ahok Singgung Soal Cerai, Zina dan Pria Lain

Sebelum melakukan pelepasan kambing jantan, terlebih dulu kambing dimandikan.

Ketika prosesi memandikan kambing, tidak.

Boleh dilakukan dengan menggunakan sembarang air.

Baca: Kisah Tanjung Dewa, Kerajaan Gaib di Kotabaru Selain Saranjana, Simak Kesaksikan Seorang Nelayan

Baca: Hiii, Nelayan Pernah Lihat Penampakan Keraton di Pulau Tak Berpenghuni Tanjung Dewa Kotabaru

Tapi menggunakan air dari sumber air yang keluar dari tanah (pesisir) Tanjung Dewa.

"Di sana ada sebuah kayu. Kami menyebutnya kayu dangkal. Saat ingin memandikan kambing, si pembaca doa tadi lebih dulu menggali pasir sedalamnya 50 sentimeter," kata Rusdi.

Aneh memang, diakui Rusdi, tanah persis di bawah kayu dangkal. Digali hanya sedalam sekitar 50 sentimeter, tapi mengeluarkan sumber air tawar.

"Waktu sumber air keluar kambing dimandikan. Dan yang bernazar juga mencuci muka, ada juga yang mandi," jelas Rusdi.

Oleh mereka yang bernazar juga dipercayai, ketika tanah digali tadi mengeluarkan air tawar kepercayaan mereka berarti doa mereka telah dikabulkan dewa.

"Memang aneh. Kenapa? Pernah juga ada sebagian yang bernazar, saat tanah digali tapi air sumber air tidak keluar. Bila tidak keluar berarti belum dikabulkan," pungkasnya.

"Setelah kambing di lepas, yang bernajar pulang dari Tanjung Dewa. Kambing boleh diambil dibawa pulang atau siapa yang menemukan. Kambingnya juga tidak lari," pungkasnya.
(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved