Esai Zulfaisal
Ada Durian Lahung
Saya terkadang terkagum-kagum melihat cara orang menikmati durian. Teringat waktu ke Kotabaru, dijamu durian saat mengunjungi rekan di sana.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - “Hati-hati makan Durian!” Peringatan ini sering muncul ketika musim buah Durian tiba.
Tentu saja disampaikan kepada orang yang punya kecenderungan penyakit darah tinggi, asam urat, diabetes, dan penyakit jantung. Tidak kepada yang sehat atau merasa sehat.
Maksudnya baik, agar takmabuk bila makan Durian. Sesungguhnya bukan takboleh makan, tapi jangan berlebihan.
Bicara pasal ‘jangan berlebihan’ ini memang klise. Bukan hanya pada tersangka Durian saja. Apa pun kalau berlebihan akan mendatangkan hal merugikan, minimal penyakit.
Namun, Durian memang layak dikhawatirkan karena kandungan kalorinya sangat tinggi, 1000 sampai 2000 setiap bijinya, jauh di atas normal yang hanya 500 sampai 700 saja. Tentu akan memacu darah ke jantung lebih cepat.
“Itukan bagi yang rentan darah tinggi!” sergah temanku yang doyan Durian. Di saat Durian lagi limpah ruah seperti sekarang ini, pemburu raja buah ini memang seperti menggila. Bahkan, mengejar sampai ke kebunnya langsung.
Salah satunya, ke Desa Biih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Jalan-jalan di desa itu sampai macet oleh penggemar durian.
Saya terkadang terkagum-kagum melihat cara orang menikmati durian. Teringat waktu ke Kotabaru, dijamu durian saat mengunjungi rekan di sana.
Dia bukan hanya menyilakan mengipungnya, tetapi juga mencampurnya dengan segelas kopi. Memang benar nikmat. Belakang saya membaca, bahwa tingkat bahayanya lebih tinggi.
Ini memang soal kebiasaan. Takperduli dengan bahaya. Kalau sudah biasa, bisa jadi tubuhnya imun. Sama dengan para perokok yang takpernah perduli peringatan pemerintah di bungkusnya.
Sejak kalimatnya “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin” sampai diubah menjadi “Merokok dapat membunuhmu” tetap takdianggap.
Itulah penggalan esai Zulfaisal Putera berjudul Durian Lahung. Selengkapnya simak di koran Banjarmasin Post edisi, Minggu (14/01/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/zulfaisal_20171230_222331.jpg)