Istri dan Keponakan Susul Fredrich, 40 Menit Berada di KPK, Tapi Begini Kenyataannya
PENANGKAPAN terhadap pengacara Fredrich Yunadi oleh KPK pada Jumat (12/1) jelang tengah malam, mengejutkan pihak keluarga.
BANJARMASINPOST.CO.ID,JAKARTA - PENANGKAPAN terhadap pengacara Fredrich Yunadi oleh KPK pada Jumat (12/1) jelang tengah malam, mengejutkan pihak keluarga.
Mereka kemudian menusul ke kantor KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu dini hari.
Istri Fredrich, Linda Indriana Campbell, bersama dua keponakan dan pembantu rumah tangga datang ke kantor KPK pada sekira Sabtu sekira pukul 02.10 WIB.
Setelah duduk menunggu di sofa di lobi kantor KPK, mereka ditemui oleh Sapriyanto Refa, penasihat hukum Fredrich.
Baca: Pengakuan Gay di Banjarmasin, Pertama Kali Berhubungan Intim Saat Masih SD
Baca: Mengejutkan! Jawaban Pelaku Gay Ini Saat Ditanya Apakah Berniat Sembuh
Baca: Gay di Banjarmasin Blak-blakan Soal Kehidupan Seksnya, Begini Posisi sebagai Wanita Atau Pria
Baca: Pelaku Gay di Banjarmasin Sebut Dirinya Beda dengan Transgender, Ini Penjelasannya
Selain berbincang beberapa menit, Linda sempat menyerahkan tas berisi pakaian untuk Fredrich kepada Sapriyanto.
Linda juga menitipkan bungkusan berisi obat untuk suaminya itu.
"Bawakan obat bapak (jantung) sama pakaian. Bapak sakit jantung," kata keponakan perempuan Fredrich saat keluar meninggalkan kantor KPK.
"Ya kami tentu saja kaget (Fredrich ditangkap KPK). Namanya saja kami keluarga," tambahnya.
Linda mengaku belum bisa menemui suaminya. Dia menyebut hanya bisa menitipkan barang untuk Fredrich.
"Kami belum bisa ketemu sih. Tadi cuma nganter aja," ujarnya.
Keluarga Fredrich itu hanya sekira 40 menit di dalam kantor KPK.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/fredrich-yunadi-pakai-rompi-oranye_20180113_201443.jpg)