Jejak Karya Datuk Kelampayan
Inilah Naskah Asli Kitab Sabilal Muhtadin, Ditaburi Cengkih Bila Disentuh Ini yang Terjadi
Rasa rindu menggiring masyarakat berkunjung ke Museum Lambung Mangkurat di Jalan Ahmad Yani 36, Banjarbaru.
Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Rasa rindu menggiring masyarakat berkunjung ke Museum Lambung Mangkurat di Jalan Ahmad Yani 36, Banjarbaru.
Sekadar melihat hasil karya dari balik kaca dan menyimak riwayat singkat Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau juga disebut Datu Kelampayan.
Mayoritas berupa replika karya yang dipamerkan.
Tapi ternyata di museum juga menyimpan yang asli, salah satunya naskah asli tulisan tangan Datu Kelampayan Kitab Sabilal Muhtadin.
Baca: Pedangdut Cantik Ini Akui Gunakan Mistis Dayak untuk Tetap Eksis, Pakai Susuk Hingga Mandi Bungas
Baca: Live Streaming Piala Presiden Kalteng Putra Vs Barito Putera, Derby Kalimantan Pembuka Laga Grup B
Baca: Wanita PNS Nunukan Ini Heran Dilabrak Biduan Selingkuhan Suaminya, Ternyata Minta Diizinkan Nikah
Baca: Terungkap dari Ekspose KPK, Aliran Dana Gratifikasi Bupati Rita Widyasari Ternyata Dibelikan Ini
BPost online berkesempatan melihat langsung koleksi kitab asli Sabilal Muhtadin, Kitab yang judul lengkapnya Sabil al-Muhtadin li at-Tafaqqahu fi Amr ad-Din.
Kitab replika dipamerkan di museum, sementara yang asli tersimpan aman di tempat khusus koleksi dan konservasi.
Petugas tampak hati-hati membawa peti mini berisi lembaran kitab Sabilal Muhtadin.
Saat meletakkan di meja pun diberi alas lagi beberapa lembar kain.
Saat tutup peti dibuka, tampak lembaran yang sudah lapuk termakan usia itu.
Jangan berani-berani sentuh!
Pada catatan inventaris koleksi museum, Kitab Sabilal Muhtadin asli ini bernomor inventaris 5761.
Pada data tercatat punya ukuran panjang 21,3 sentimeter, lebar 17,3 sentimeter dan tebal 5,8 sentimeter. Juga tercatat, kitab didapat dari Desa Dalam Pagar Ulu.
Tanggal masuk ke museum yakni pada 30 Oktober 1991.
"Saat kami terima pertama kali saat itu, kondisinya memang sudah rapuh, tulisan tangan di antaranya sudah tak lagi bisa dibaca, pudar. Bila dikalkulasi dari pertama dibuat, kitab Sabilal Muhtadin sudah berumur 244 tahun. Bernilai seni tinggi, tulisan tangan yang indah," ucap staf seksi koleksi dan konservasi museum lambung Mangkurat, Zaelani.
Zaelani mengatakan kondisi Kitab asli ini sudah dapat dan tak bisa diperbaiki.
"Untuk itu tak bisa dipamerkan demi jaga kelestariannya. Replika sudah ada, tapi ini asli hanya saja tak bisa dikonservasi, disentuh dan diangkat lembarannya pun tak bisa karena rapuh. Jadi jangan coba-coba sentuh. Kami sudah konsultasi dengan ahli jadi untuk jaga ketahanan saja kami taburi cengkeh," bebernya. (BANJARMASINPOST.co.id/nia kurniawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/naskah-asli-kitab-sabilal-muhtadin_20180117_090207.jpg)