Gara-gara Indonesia Mau Impor Beras, Pedagang Vietnam dan Thailand Langsung Lakukan Aksi Ini

Kabar Indonesia akan mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand rupanya sudah menjadi trending topic di negara tersebut.

Editor: Ernawati
internet
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BENGALURU -Kabar Indonesia akan mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand rupanya sudah menjadi trending topic di negara tersebut.

Terbukti, pedagang komoditas ini pun langsung bereaksi.

Mereka langsungmenaikkan harga jual.

Harga beras di Thailand dan Vietnam mengalami lonjakan lumayan, pekan ini, menyusul kemungkinan datangnya order impor dari Indonesia.

Baca: Perbuatan Mesum Dilakukan di Garasi Tanpa Alas, Warganet: Duh malu-maluin Banjarmasin

Baca: Waduh, Dana Desa Kalsel Susut Rp 100 Miliar, Paling Banyak Dipangkas di Kabupaten Banjar

Di Thailand, negara pengekspor beras terbesar kedua di dunia, beras dengan tingkat pecah 5% dihargai US$ 415 sampai US$ 420 per ton (FOB Bangkok), naik dari harga US$ 395 sampai US$ 410 pekan lalu.

"Harga beras naik menyusul kemungkinan deal dengan Indonesia. Tapi kami baru bisa memastikan setelah tender pekan depan berapa banyak yang akan diimpor pemerintah Indonesia dari Thailand," kata seorang juragan beras di Bangkok, seperti dikutip Reuters.

Di bagian Asia yang lain, India, harga beras juga melonjak akibat datangnya permintaan besar dari negara Bangladesh.

Negara tetangga India itu ketiban sial menjadi pengimpor beras sejak sawah mereka gagal panen akibat terendam banjir tahun 2017 lalu.

Ekspor beras India melonjak 22 persen tahun lalu menjadi 12.3 juta ton, sejak Bangladesh menjadi pembelinya.

Di India, harga beras dengan kandungan pecah 5% dijual dengan harga $ 432 sampai $ 436 per ton, naik US$ 9 per ton.

Lagi-lagi, penurut pedagang beras sumber Reuters, kenaikan harga ini juga terpicu rencana impor oleh Indonesia dan Filipina.

Ya, Filipina juga santer dikabarkan sedang kekurangan beras.

Pemerintah Filipina berencana mengimpor 250.000 ton beras, sebagaimana disampaikan oleh pejabat resmi setempat, Rabu (17) lalu.

Prospek impor dari Indonesia dan Filipina juga mendongktrak harga beras di Vietnam.
Harga beras dengan kandungan pecah 5% di sana melonjak hingga setinggi US$ 420 sampai US$ 430 per ton (FOB Saigon).

"Tapi itu hanya harga referensi. Saat ini tidak ada stok yang bisa diekspor, sampai Februari dan awal Maret mendatang," kata pedagang sumber Reuters di Ho Chi Minh. (KONTAN.co.id)

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved