Dugaan Korupsi KTP Elektronik

Di Persidangan, Politisi Demokrat Ungkap Peran SBY Terkait Diteruskannya Proyek E-KTP

Politisi Partai Demokrat, Mirwan Amir, pernah meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghentikan proyeke-KTP. Namun,

Di Persidangan, Politisi Demokrat Ungkap Peran SBY Terkait Diteruskannya Proyek E-KTP
KOMPAS.com
Mantan pimpinan Banggar DPR Mirwan Amir usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (26/4/2013) terkait korupsi pengadaan sarana dan prasarana Proyek Hambalang. Anggota DPR Komisi I ini, diperiksa sebagai saksi dengan tersangka, Andi Mallarangeng, Dedi Kusdinar dan Teuku Bagus Muhammad Noer. (KOMPAS/ALIF ICHWAN) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Politisi Partai Demokrat, Mirwan Amir, pernah meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghentikan proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP). Namun, permintaan itu ditolak SBY.

Hal itu dikatakan Mirwan saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Mirwan bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto.

Baca: Gubernur Kalteng Menikah, Datang Setelah Acara Ijab Kabul, Kapolri Disambut Kapolda Kalteng

Baca: Komentar Mengejutkan Rhoma Irama Soal Pernikahan Angel Lelga-Vicky Prasetyo

Baca: Inilah Reaksi Santai Anies Baswedan Ketika Dicecar Najwa Shihab di Mata Najwa Tentang Pimpin Jakarta

"Saya menyampaikan ke Pak SBY agar e-KTP tidak diteruskan," ujar Mirwan di dalam persidangan.

Menurut Mirwan, saat itu ia mendengar informasi dari pengusaha Yusnan Solihin bahwa ada masalah dalam pelaksanaan proyek e-KTP.

Informasi itu kemudian disampaikan kepada SBY saat ada kegiatan di kediaman SBY di Cikeas, Jawa Barat.

Namun, menurut Mirwan, saat itu SBY menolak menghentikan proyek e-KTP yang sedang berlangsung. Alasannya, karena saat itu menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

"Tanggapan Bapak SBY karena ini menuju pilkada, jadi proyek ini harus diteruskan," kata Mirwan.

Dalam persidangan, Mirwan mengatakan, saat itu ia tidak memiliki kekuatan menghentikan proyek e-KTP. (KOMPAS.com)

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved