Esai Zulfaisal Putera: Apa yang Salah dari Denny JA

Keempatnya mengembalikan honornya. Mereka merasa diperalat karena tak menyangka order menulis itu untuk mendukung ketokohan Denny.

Esai Zulfaisal Putera: Apa yang Salah dari Denny JA
istimwa
Zulfaisal Putera 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - “Mendapat upah kerena menyenangkan orang lain yang tidak punya persangkutan dengan kata hati sendiri, kan itu dalam seni namanya pelacuran?” (Pramoedya Ananta Toer).

Saya tak mengenal secara pribadi Denny Januar Ali (Denny JA). Awalnya hanya tahu dia konsultan politik yang punya lembaga survei.

Wajahnya terlihat di televisi ketika ramai pilkada dan pilpres. Lembaga peringkat berbayar MURI menobatkannya sebagai konsultan politik pertama di dunia yang membantu memenangkan pemilihan presiden tiga kali berturut-turut.

Saya hanya pernah sekali duduk semeja dengannya, tak bersisian. Itu pun tak sengaja, saat kegiatan Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia I 2016 di Jakarta. Denny hanya terlihat pada acara pembukaan. Saya berpikir barangkali ia sibuk sehingga tak punya banyak waktu.

Denny JA, satu dari 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh di Indonesia, yang dipilih Panitia 8 pimpinan Jamal D Rahman tahun 2013.

Penyertaan namanya menjadi kontroversial, bukan karena puisi esai yang menjadi karya andalannya, tapi karena ia dianggap sastrawan dadakan. Tapi, tim juri sudah mempertanggungjawabkannya dalam sebuah buku setebal 768 halaman.

Baca: Bikin geleng-geleng! Kulkas Baru untuk Pesawat Presiden AS Air Force One Harganya Rp 319 Miliar

Baca: Gerhana Bulan Total 31 Januari - Fenomena Supermoon Dapat Dilihat Pukul 21.07 WIB

Protes terhadap penokohan Denny mulai muncul sejak peluncuran buku, 3 Januari 2014 di PDS HB Jassin. Para sastrawan dan pemerhati sastra yang kontra dengan penetapan itu melancarkan serangan ke kubu tim sukses buku tersebut.

Walau seperti bertepuk sebelah tangan, serangan awal itu tetap ada pengaruhnya. Maman S Mahayana, salah satu tim juri mundur. Bahkan, konon mengembalikan honornya sebesar Rp 25 juta.

Halaman
12
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved