Pembantaian Orangutan

Benarkah Orangutan Dibunuh karena Menyerang, Ini Pengakuan Pelaku Pembantaian Satwa Dilindungi Itu

Dua orang pelaku pembantai orangutan diamankan polisi yakni inisial T (41) dengan alamat Desa Gunung Rantau RT04

tribunkalteng.co/fathurahman
Inilah dua orang pelaku pembantai orangutan yang diamankan polisi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Dua orang pelaku pembantai orangutan diamankan polisi yakni inisial T (41) dengan alamat Desa Gunung Rantau RT04 Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan, dan M (32) warga Jalan Waning Pati RT 2 Desa Tampung Laung Kecamatan Montalat Kabupaten Barito Utara.

Keduanya, yang diamankan polisi bersama barang bukti mengaku terpaksa membunuh orangutan tersebut.

Mereka terpaksa melakukan pembunuhan lantaran saat menyadap atau menoreh karet di kebunnya di Desa Maligui diserang orangutan yang tiba-tiba datang.

Baca: 2 Pembantai Orangutan di Buntok Ditangkap Polisi, Ternyata Pelaku Petani Karet Tak Lulus SD

Keduanya mengaku sebenarnya tidak ingin membunuh, tapi saat itu orangutan jatuh dari atas pohon, kemudian tiba-tiba menyerang sehingga ditembak menggunakan senapan angin, sebanyak 17 kali, tapi tidak mati, kemudian dari arah belakang, kepalanya ditebas tiga kali hingga putus.

"Ya, memang dari pengakuan pelaku saat itu orangutan tiba-tiba datang terjatuh dari atas pohon kemudian langsung menyerang, ditembak belum mati, lalu kepalanya ditebas hingga hampir putus, "ujar Direskrimum, Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko, menirukan pernyataan pelaku.

Saat itu, tubuhnya dibuang ke Sungai Barito sedangkan kepalanya sempat ditanam di belakang rumah pelaku, namun memunculkan bau busuk lalu dipindahkan lagi untuk dikuburkan agak jauh dari rumah pelaku.

Baca: Sebelumnya Jadi Iman, Kini Viral Foto Jokowi Jadi Makmum Salat di Afghanistan, Ini Penjelasan Istana

Baca: Dimulai dari Niat Sholat Gerhana, Begini Cara Mengerjakan Shalat Khusuf Berjamaah

Seperti diketahui, berdasarkan hasil otopsi terhadap bangkai orangutan dewasa berjenis kelamin Jantan tersebut, kepala orangutan dipenggal dengan sajam dan ditubuhnya terdapat 17 peluru senapan angin.

Ada tiga luka bekas tebasan sajam, di leher hingga putus, 17 luka bekas tembak senapan angin di badan bagian depan dan bagian punggung.

Tujuh tulang rusuk sebelah kiri patah, lambung pecah akibat ditembak peluru senapan angin, jantung dan paru-paru ditembus peluru senapan angin, sedangkan bagian dada sebelah kiri luka lebam akibat pukulan benda tumpul.

faturahman/www.banjarmasinpost.co.id

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved