Breaking News:

Order Fiktif Taksi Online

Begini Modus Driver Online Cari Untung Pakai Aplikasi “Tuyul”, Hanya Ongkang Kaki di Rumah

Modus driver online untuk meraih untung tanpa harus bekerja mengantar penumpang ternyata menggunakan aplikasi “tuyul”.

Editor: Royan Naimi
(Kompas.com/Akhdi Martin Pratama)
Para tersangka dan barang bukti kasus order fiktif taksi online di Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/1/2018). 

"Di sana kami iuran seiklasnya untuk beli HP (ponsel) juga. Ada 170 ponsel yang kami pakai bergantian biar pelanggannya tidak terkesan selalu sama. Kami kumpul-kumpul aja di sana (kontrakan)," tuturnya.

Baca: Bocah 7 Tahun Ingin Nikahi Pangeran yang Lebih Tua darinya, 14 Tahun Kemudian Ini yang Terjadi

Tak hanya untuk menyewa rumah dan membeli ponsel, sejumlah mitra ojek online pun mengumpulkan iuran untuk biaya oprek ponsel agar dapat digunakan untuk membuat order fiktif online.

"Sekali oprek kan Rp 100.000. Satu HP enggak pasti sebulan sekali dioprek, kami iuran sukarela," ujarnya.

Agus melanjutkan, terungkapnya komunitas tuyul ojek online ini berawal dari laporan Grab sebagai salah satu perusahaan penyedia aplikasi ojek online.

Menurut Grab, belakangan ini pihaknya sering menemui mitranya yang memiliki peringkat sempurna dalam aplikasi.

Grab mengatakan, keadaan ini sangat tak wajar.

Baca: Wanita Ini Temukan Bra dan Pakaian Pria di Bawah Ranjang Kekasihnya, Faktanya Sangat Mengejutkan!

Karena untuk mendapatkan peringkat sempurna, seorang mitra tak boleh sedikit pun melakukan kesalahan.

Padahal, menurut Grab kesalahan teknis pasti terjadi saat berada di lapangan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved