Seputar Kalteng

Keinginan Gubernur Kalteng Bentuk Satgas Anti Narkoba dapat Tanggapan Begini

Rencana akan digelarnya aksi unjukrasa besar-besaran di Kotim oleh sejumlah LSM dan organisasi kepemudaan, terkait desakan agar

Keinginan Gubernur Kalteng Bentuk Satgas Anti Narkoba dapat Tanggapan Begini
istimewa
Ketua Forum Kerjasama Jasa Konstruksi Indonesia (Forjasi) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Muhammad Gumarang.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Rencana akan digelarnya aksi unjukrasa besar-besaran di Kotim oleh sejumlah LSM dan organisasi kepemudaan, terkait desakan agar polisi menangkap bandar narkoba setempat, mendapat banyak dukungan.

Dua truk pil setan berisi obat Zenith atau charnopen yang mengandung PCC sebanyak 3,7 juta butir yang berhasil digagalkan di Pelabuhan Sampit, merupakan kiriman dari bandar Narkoba di Banen yang dikirim lewat Pelabuhan Semarang, dinilai belum tuntas, karena pemesannya belum tertangkap.

Terkait rencana demo yang kabarnya akan digelar Senin (5/2/2018) mendatang, ditanggapi gubernur agar dibatalkan saja dan dia siap membentuk Satgas Anti Narkoba dan Obat Terlarang sebagai antisipasi agar peredaran narkoba di Kalteng bisa dicegah, dan soal pengungkapan pemilil jutaan obat PCC diserahkan kepada penegak hukum.

Baca: Gila! Terekam CCTV, Dalam 7 Menit Dua Motor Scoopy di Parkiran SMKN 1 Martapura Raib

Baca: Pagi-pagi Satpol PP Banjarmasin Ketuk Pintu Kamar Hotel di Kayutangi, Temukan Pasangan Sedang Begini

Baca: Bocah 7 Tahun Ingin Nikahi Pangeran yang Lebih Tua darinya, 14 Tahun Kemudian Ini yang Terjadi

Ini kemudian , juga mendapat tanggapan dari, Muhammad Gumarang, Senin (2/2/2018) merupakan tokoh peduli narkotika nasional yang mendapat penghargaaan atau sertifikat dari rumah sakit ketergantungan obat (RSKO) dan Citra Mandiri Indonesia, tanggal ,8 September 2001, silam.

Menurut Gumarang yang juga aktif sebagai pemerhati masalah sosial di Kalteng ini, pihaknya sangat mengapresiasi, keinginan gubernur membentuk Satgas Anti Narkoba dan Obat-obatan terlarang, agar tidak masuk dan beredar di Kalteng tersebut.

Namun Demo dalam rangka mendesak penegak hukum serius dalam menangkap pemilik dua truk obat zenith tersebut, harus tetap ditangkap."Jangan yang ditangkap itu hanya sopir truknya saja, tapi bandar atau pemiliknya malah dibiarkan begitu saja, polisi juga harus kerja keras menangkapnya,"ujarnya.

Menurut Gumarang, dia tida ingin pemuda Kotim bahkan Kalteng rusak akibat bisnis gelap obat terlarang yang bisa kapan saja masuk ke Kalteng.

"Kami berharap demo sebagai bentuk ungkapan ketidakberesan dalam pengungkapan kasus jutaan pil zenith tersebut tetap dilakukan, dan pembentukan Satgas juga sebagai penyelarasnya, keduanya harus tetap dijalankan, demi masa depan generasi muda Kotim yang terbebas dari Narkoba dan obat terlarang," ujarnya. (TRIBUNKALTENG.com)

Penulis: Fathurahman
Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved