Berita Regional

Zumi Zola Ditetapkan Tersangka, Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Jauhi Area Rawan Korupsi

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo angkat bicara soal penetapan Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola Zulkilfi sebagai tersangka

Zumi Zola Ditetapkan Tersangka, Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Jauhi Area Rawan Korupsi
kompas.com
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo Memberikan Keterangan Pers Usai Putusan Sidang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kemendagri, Jakarta, Selasa (9/5/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kasus suap DPRD Jambi dan pejabat Pemprov Jambi yang ditangani penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menyeret Gubernur Zumi Zola Zulkifli.

Setelah pihak imigrasi mengeluarkan pencekalan disusul penyitaan brankas uang dari Vila milik keluarga Zumi Zola, KPK akhirnya menetapkan Gubernur Zumi Zola Zulkifli sebagai tersangka.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo angkat bicara soal penetapan Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola Zulkilfi sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sangat memprihatinkan," kata Tjahjo melalui pesan singkatnya, Jumat (2/2/2018).

Tjahjo mengaku sedih lantaran masih ada kepala daerah yang berurusan dengan aparat penegak hukum.

Baca: Usai Cekal dan Sita Brankas Uang, Basaria Sebut KPK Akan Segera Tahan Gubernur Jambi Zumi Zola

"Kepala daerah harus berurusan dengan aparat penegak hukum hanya untuk mendapatkan kesepakatan bersama atas RAPBD antara kepala daerah dengan DPRD," ujar Tjahjo.

Tjahjo pun kembali mengingatkan kepada semua kepala daerah agar menjauhi area rawan korupsi, sebagaimana tertuang dalam revisi PP 58/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

"Saya sangat meyakini area rawan korupsi terkait perencanaan anggaran khususnya sudah dipahami oleh kepala daerah dan DPRD," ujar Tjahjo.

"Dalam revisi PP 58/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, ruang-ruang yang berpotensi untuk dilakukan negosiasi telah diminimalisasi sehingga tidak lagi menjadi area rawan korupsi," kata dia.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved