Hari Kanker Sedunia

Hari Kanker Sedunia - Waspada Makanan Bakar-Bakaran Bisa Jadi Pemicu Kanker

Setiap kali menghadiri pertemuan ilmiah, ia makan barbeque daging, sirloin steak, dan terkadang juga f-bone steak sapi.

Hari Kanker Sedunia - Waspada Makanan Bakar-Bakaran Bisa Jadi Pemicu Kanker
net
Bakar-bakaran 

Tetapi belum sampai Houtsmuller ditangani secara tuntas, dokter bedah itu ditangkap polisi dan dijebloskan ke penjara, karena terbukti dengan sah dan meyakinkan memakai pengobatan alternatif.

Masa ada dokter bedah mengobati kanker dengan menyuruh mencabuti gigi-gigi kerowak?

"Kliniknya ditutup, dan saya harus mencari dokter lain!" tutur dr. Houtsmuller. "Dunia kedokteran kita memang ajaib!" katanya.

Baca: Hasil Persebaya vs PSMS Medan: Imbang Babak ke-2, Lanjut Adu Pinalti Saksikan Streamingnya di Sini

Untung ia sempat mencatat selama seminggu, bagaimana dr. Issels itu bekerja. Dengan catatan dan pengetahuan yang baru diperolehnya itu, Houtsmuller bertekad tidak akan ke dokter alternatif lain lagi. la mau mengobati sendiri saja. Jangan-jangan dokter berikutnya nanti juga dikirim ke penjara!

Baik dr. Issels, Gerson, maupun Moerman menerapkan cara pengobatan yang sama, yaitu pasiennya tidak boleh makan daging, harus makan makanan bergizi, banyak sayuran dan buah-buahan, serta vitamin dan mineral yang terarah. Itulah yang kemudian diterapkan oleh Houtsmuller.

Sesudah berjalan satu tahun, tiba-tiba saja sudah tidak ada sel kanker hitam melanoma lagi dalam air kencingnya. Berarti ginjalnya sudah bebas dari sel kanker.

Dari literatur yang terus dipelajarinya, Houtsmuller kemudian tahu, mengapa daging begitu berbahaya bagi pasien kanker. Yaitu karena asam arachidon yang terbentuk akibat badan terlalu banyak kemasukan asam linoleat.

Senyawaan ini sejenis asam lemak tak jenuh ganda yang sangat diperlukan oleh tubuh untuk mendorong pertumbuhan, tapi sialnya tubuh tidak mampu membentuknya sendiri. Jadi, ia harus dipasok asam lemak itu dari luar bersama makanan.

Baca: BREAKINGNEWS: Kecelakaan Maut di Jalan Trans Kalimantan Desa Pundu Kotim, Belasan Orang Tewas

Halaman
1234
Penulis: Restudia
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved