BPBD Balangan Peringatkan Warga di Bantaran Sungai Waspada Dua Bencana Ini

Musim penghujan warga di Kabupaten Balangan khususnya di dua kecamatan yakni Tebing Tinggi dan Halong harus meningkatkan

Editor: Eka Dinayanti
BPost Cetak
bpost cetak 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Musim penghujan warga di Kabupaten Balangan khususnya di dua kecamatan yakni Tebing Tinggi dan Halong harus meningkatkan kewaspadaan terutama bencana banjir dan longsor.

Sebelumnya Badan Geologi Pusat Volkanologi Mitigasi Bencana Geologi merilis wilayah potensi gerakan tanah, untuk di Kalimantan Selatan ada sembilan kabupaten, masuk di antaranya Kabupaten Balangan.

Alive Yoesfah Love, Kepala BPBD Balangan mengaku pihaknya sudah menerima data tersebut sebagai bahan acuan untuk melakukan antisipasi.

Baca: Masjid Tertua di Tabalong Ini Dibangun Sejak Tahun 1625, Ternyata Dulunya Rumah Adat Suku Dayak

Disebutkan dalam rilis itu di Balangan ada dua daerah berpotensi adanya gerakan tanah tingkat menengah yakni Kecamatan Halong dan Tebing Tinggi.

"Dikategorikan menengah yakni daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah," ujarnya.

Disebutkan dia, pada zona itu dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Menurut Alive, di Balangan potensi bencana banjir dan longsor sudah menjadi agenda tahunan jika musim hujan.

BPBD berupaya sedari awal mengantisipasi agar bencana tidak banyak berdampak kepada masyarakat.

Disebutkannya, untuk banjir dan longsor hampir semua kecamatan di Balangan berpotensi, namun paling diwaspadai adalah di dekat bantaran sungai.

Baca: Ghea Salah Pilih Lagu, Ini 6 Peraih Voting Tertinggi & 3 Paling Rawan Tersingkir di Indonesia Idol

"Cukup banyak warga yang bermukim di bantaran sungai, selain di Lampihong juga ada di Paringin, Paringin Selatan, Awayan, Tebing Tinggi, Juai dan Halong," ujarnya.

Terkait antisipasi, pihaknya akan melakukan sosialisasi kemasyarakat soal kewaspadaan datangnya bencana banjir dan longsor.

Terutama di daerah yang rawan banjir dan longsor, minimal masyarakat mengetahui akan datangnya bencana agar sadar dan mengantisipasi diri sendiri dan keluarga.

BPBD sendiri mulai mensolidkan tim, dan akan melakukan petalistik bencana banjir dan longsor agar anggota proaktif jika tiba-tiba datang bencana.

"Kami terus berkordinasi dan melibatkan masyarakat, kami melaksanakan sosialisasi ke masyarakat dan aparat desa agar menjadi kewaspadaan bersama, dan berharap dua wilayah tersebut aman," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved