Breaking News:

Ini Penyebab Terbanyak Terjadinya Perceraian di PA Martapura

Sebanyak 864 perkara perceraian, ditangani Pengadilan Agama (PA) Martapura, Kabupaten Banjar, pada 2017.

Editor: Eka Dinayanti
business-superstar
Ilustrasi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sebanyak 864 perkara perceraian, ditangani Pengadilan Agama (PA) Martapura, Kabupaten Banjar, pada 2017.

Itu diungkapkan Ketua Pengadilan Agama Martapura, Sugiri Permana, tentang tahun lalu pihaknya menerima sebanyak 1.155 perkara.

Dari semua itu, sebanyak 75 persennya adalah perceraian.

"Persisnya, angkanya 864 kasus perceraian yang kami tangani. Sisanya, tiga perkara poligami, 176 isbat nikah dan sisanya perkara harta bersama, perwalian, waris dan dispensasi nikah ada 35 perkara," rinci dia, Selasa (6/2).

Baca: Inikah Akhir Dunia? Lubang Misterius Ini Makin Banyak, Warga Gunungkidul Resah!

Sugiri menjelaskan, dari 864 kasus perkara perceraian yang ditangani kebanyakan karena faktor ekonomi.

Maksudnya, faktor ekonomi ini di antaranya salah satu pasangannya meninggalkan pasangannya dan tidak memberikan nafkah sehingga di situlah terjadi perselisihan.

Selain persoalan ekonomi, faktor perkelahian yang terjadi terus-menerus juga menjadi pemicu tingginya angka perceraian di Kabupaten Banjar.

"Perkara perceraiam karena perselingkuhan atau bahasa halusnya poligami liar dimana salah satu pasangannya menikah siri, juga ada kami tangani," terangnya.

Baca: Pria Ini 20 Jam Main Game Online, Kakinya Sampai Lumpuh dan Masuk Rumah Sakit

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved