Berita Regional

Kenapa Pilih Carok? Luka di Badan Masih Bisa Dijahit, Luka di Hati Clurit Berbicara

Ketika suasana berkembang semakin panas, tak mustahil kedua belah pihak saling nokare (menantang berkelahi)

Kenapa Pilih Carok? Luka di Badan Masih Bisa Dijahit, Luka di Hati Clurit Berbicara
banjarmasinpost.co.id/tribunnews.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kalau dua orang berselisih paham sampai kemudian terjadi perang mulut, orang Madura menyebutnya padu atau apadu.

Ketika suasana berkembang semakin panas, tak mustahil kedua belah pihak saling nokare (menantang berkelahi) atau langsung tokar (berantem).

Meski tak berlaku umum, orang Madura pantang nyelep (menyerang dari belakang).

Baca: VIDEO - Rambut dan Kulit Kepala Terkelupas, Hebatnya Perempuan Ini Masih Sadar

Nah, kalau sudah berlanjut menjadi perkelahian satu lawan satu memakai senjata tajam, namanya carok atau acarok.

Kata-kata tersebut di atas tentu telah diakrabi penduduk pulau penghasil garam terbesar di tanah air itu.

Dilihat dari kacamata umum memang tidak ada sesuatu yang istimewa dari rentetan kata-kata tersebut.

Anehnya, justru kata carok yang mencuat ke permukaan dan lebih populer dari saudara-saudaranya bahkan kemudian mengalami distorsi arti dan konotasi.

Baca: Link Live Streaming Badminton Asia Team Championships 2018: Ujian Berat Tim Putri Indonesia

Buktinya, sampai kini citra carok tetap terpatri sebagai fenomena khas dalam kehidupan masyarakat Pulau Madura yang seolah diidentikkan dengan sikap dan perilaku penduduknya yang sangar, pemberang dan gampang membunuh.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved