Orangutan Serang Warga

Orangutan Masuk ke Permukiman dan Serang Warga, 'Jika Kami Bunuh Jadi Masalah se Dunia'

Orangutan yang diduga habitatnya terganggu akibat makanannya makin sulit didapat dampak dari alih fungsi lahan

Orangutan Masuk ke Permukiman dan Serang Warga, 'Jika Kami Bunuh Jadi Masalah se Dunia'
Istimewa
Warga Desa Sungai Raja, Kecamatan Gilai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, saat berupaya menghalau orangutan yang masuk ke persawahan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Orangutan liar keluar dari kawasan hutan masuk ke perkebunan penduduk di Desa Sungai Raja, Kecamatan Gilai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.

Orangutan yang diduga habitatnya terganggu akibat makanannya makin sulit didapat dampak dari alih fungsi lahan tersebut mulai menyerang ke persawahan dan permukiman penduduk.

Orangutan tersebut, kerap keluar masuk hutan dan mengganggu warga yang sedang beraktivitas di kebun yang lokasinya tak jauh dari kawasan hutan di Kabupaten Sukamara.

Baca: BINUANG BERPESTA 10 HARI - Minggu Afgan, Zaskia Gotik, Ayu Ting Ting dan Via Vallent Manggung

Baca: Konflik Terburuk Orangutan dan Manusia, Petugas Menyerah Cuma 48 Peluru Bisa Diangkat

Baca: Ini Daftar Kelam Kecelakaan Maut di Tanjakan Emen Sejak 1960, Korban Sudah Tak Terhitung

Informasi dari Setiawan warga setempat, Minggu (11/2/2018) orangutan tersebut kerap keluar dan masuk kawasan hutan mendekat kepada warga yang sedang menyadap karet atau melakukan aktivitas lain di sawah.

Orangutan tersebut, muncul sejak tanggal 10 Februari 2018 , kemarin, sempat keluar pukul 08.44 wib ada dua ekor, keduanya memasuki areal hutan dekat dengan persawahan warga.

"Bukan hanya itu, kami takut orangutan menyerang warga, karena jika kami membunuhnya dengan cara ditembak akan jadi masalah se dunia, tapi jika binatang itu menyerang kami hingga luka, tidak bisa diproses hukum, makanya kami lapor ke pihak terkait, untuk mengatasinya,"ujarnya.

Sementara itu, Robi, warga lainnya, melaporkan orangutan tersebut masuk ke areal persawahan dan sempat menyerang warga." Orangutan tersebut terlihat terakhir kali berdasarkan laporan pada hari kamis kemarin,"ujarnya. (faturahman/www.banjarmasinpost.co.id)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved