Tidak Digaji, Risiko Maut, Para Relawan Damkar Kalsel Bikin Kagum Relawan Negara Tetangga

Puluhan relawan dan anggota pemadam kebakaran se-Kota Banjarmasin megikuti pertemuan yang digelar di Aula Rektorat

Editor: Eka Dinayanti
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puluhan relawan dan anggota pemadam kebakaran se-Kota Banjarmasin megikuti pertemuan yang digelar di Aula Rektorat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Sabtu (10/2) bersama relawan dari sejumlah negara di asia. Di antaranya relawan asal Jakarta (Indonesia), Malaysia, Thailand, Philipina, Jepang, Myanmar, Nepal, dan India.

Kedatangan mereka ingin mengetahui dan mengaku tertarik menggali informasi keberadaan relawan atau pemadam kebakaran di Banjarmasin.

Misalnya dikatakan Anisa, relawan perwakilan asal Jakarta ini mengaku sangat penasaran atas masing-masing alasan anggota terutama perempuan, sehingga bersedia bergabung sebagai relawan.

Padahal, menurutnya menjadi petugas pemadam kebakaran di kota Banjarmasin selain tidak mendapatkan gaji atau bayaran, juga diiringi risiko yang bisa menimpa kapanpun dan dimanapun.

Baca: Jembatan Tanahmerah Pun Sering Ditabrak Karena Tepat di Tikungan Maut

Namun meskipun demikian, hal tersebut tidak membuat peminat dan keberadaan pemadam kebakaran di Banjarmasin berkurang, melainkan terus bertambah yang hingga keberadaannya mendapatkan pengakuan dua rekor MURI.

"Selain itu, kiat apa sih yang dilakukan Balakar Banjarmasin, sehingga sejak 1980 hingga saat ini, membuat anggota pemadam kebakaran di Banjarmasin terus kompak dan bertambah," tanya.

Sementara guna menjawab pertanyaan pertamanya tersebut, moderator pun langsung menyerahkan microphone kepada seorang lady fire fighter Kota Banjarmasin, Aulia.

Baca: Menikah dengan Vicky Prasetyo, Angel Lelga Mengeluh Tidak Bisa Tidur: Dia Banyak Maunya

Ia mengaku menjadi relawan dan anggota pemadam kebakaran, selain lantaran murni ingin membantu korban yang mendapatkan musibah, juga karena latar belakang keluarga.

"Soalnya, kami di keluarga memang para relawan, baik abah dan mama, juga aktif di kegiatan sosial," ujarnya.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan UPTD Damkar Pemko Banjarmasin, Zuliansyah menambahkan adapun yang membuat pemadaman kebakaran di Banjarmasin terus berkembang, tidak lain lantaran dorongan hati.
Keinginan saling membantu dan menolong terhadap sesama, sehingga hal itulah yang menjadi alasan anggota pemadam kebakaran atau relawan Banjarmasin bergabung.

"Meski selama bertugas mereka tidak mendapatkan gaji, namun atas dorongan hati yang ingin membantu serta menolong itulah membuat relawan di kota Banjarmasin selalu kompak," jelasnya.

Seorang perwakilan relawan asal Jepang, Misaki Tanaka usai mengikuti pertemuan tersebut, mengaku sangat berkesan sekaligus mendapatkan pengalaman baru.

Baca: Ribuan Warga Hadiri Pernikahan Putra H Ciut, Jalan di Binuang Ditutup

"Saya sangat bangga dengan para relawan di Banjarmasin. Karena meskipun tidak dibayar oleh pemerintah yang seperti di negaranya, Jepang (relawan mendapatkan gaji), namun semangat dan kekompakkan relawan tetap solid," ujarnya.

Ketua Harian Balakar Banjarmasin, Taufik mengaku pertemuan tersebut merupakan kali pertama pihaknya, menyambut kedatangan langsung dari relawan beberapa negara se Asia.

"Betul ini yang perdana, relawan dari sembilan negara di Asia datang ke Banjarmasin. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini, akan terus berlanjut. Terutama dalam hal pertukaran keterampilan, sehingga memberikan kesempatan bagi kita bisa melihat dan mengetahui langsung bagaimana kegiatan mereka di sana, " jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved