Gereja di Sleman Diserang

Tak Disangka, Pelaku Penyerangan Gereja St Lidwina Sleman Punya Suara Merdu

Bahkan, rumah dengan bangunan semipermanen tersebut belum teraliri listrik dan masih menumpang dari listrik milik tetangga.

Tak Disangka, Pelaku Penyerangan Gereja St Lidwina Sleman Punya Suara Merdu
kompas.com
Ibu kandung Suliono yang histeris dan mengusir polisi yang akan memeriksa kamar pribadi milik anaknya Minggu (11/2/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANYUWANGI - Rumah Suliono, pelaku penyerangan terhadap pastor dan sejumlah umat di Gereja Santa Lidwina, yang berada di Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sangat sederhana.

Bahkan, rumah dengan bangunan semipermanen tersebut belum teraliri listrik dan masih menumpang dari listrik milik tetangga.

Di dalam rumahnya ada tiga kamar berukuran kecil dengan ruang tamu yang sederhana dan dilengkapi dengan kursi-kursi kayu yang sudah tua.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indosiar Persija Jakarta vs PSMS Medan: Panggung Super Simic

Baca: Satu-satunya di Dunia! Zaskia Gotik dan Via Vallen Banjir Saweran, Penyawer Seperti Mesin Uang

Baca: Usai Ayu Ting Ting, Via Vallen, Zaskia Gotik dan Afgan, Ini Jadwal Pesta H Ciut 9 Hari ke Depan

Rumahnya berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi dengan jarak tempuh sekitar tiga jam. Rumah itu sehari-hari ditempati pasangan Mistadji (58) dan Edi Susiyah (54), orangtua kandung Suliono. Sementara keempat anaknya tinggal di luar Banyuwangi.

"Yang pertama di Papua, yang kedua di Sulawesi, ketiga Suliono itu, dan yang keempat mondok di Banyuwangi kota. Keempat-empatnya pintar semua walaupun berasal dari keluarga yang tidak mampu," ucap Yono, tetangga keluarga Suliono, kepada Kompas.com, Minggu (11/2/2018). Sehari-hari, ayah dan ibu Suliono bekerja sebagai buruh tani.

Kepala Desa Kandangan Riyono mengatakan, Suliono bersekolah di SDN 5 Kandangan, SMPN 1 Pesanggaran, lalu enam bulan mondok di Ponpes Ibnu Sina milik Kiai Maskur Ali, Ketua PCNU Banyuwangi. Dia kemudian pindah ke Sulawesi ikut kakak kandungnya menyelesaikan SMA.

"Dia jarang pulang ke Banyuwangi dan kepulangan terakhirnya saat puasa tahun lalu," kata Riyono.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved